Rupiah Terdepresiasi, Ekonom: Minimalisir Penggunaan APBN Kurang Produktif

Rupiah Terdepresiasi Ekonom Minimalisir Penggunaan APBN Kurang Produktif Ilustrasi

Covesia.com - Pakar Ekonomi Universitas Andalas (Unand) Syafruddin Karimi mengungkapkan pemerintah harus mengambil langkah strategis untuk mengatasi anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Menurutnya, pemerintah bisa dengan meminimalisir belanja melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor yang kurang produktif dalam menghadapi tekanan terhadap rupiah.

Selain itu, ujarnya, kunjungan ke luar negeri juga harus dihentikan untuk mengurangi beban APBN.

“Itu yang harus dilakukan pemerintah,jika benar-benar serius menyelesaikan permasalahan ini,” ungkap Syafruddin kepada covesia.com, Senin (10/9/2018).

Jika hal ini dibiarkan, ujarnya, maka akan berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat. Daya beli akan rendah dan bisa mengakibatkan kemiskinan.

“Pencukuran APBN ini tidak hanya dilakukan di pusat tapi juga di daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut Sayafruddin menyatakan, bagi importir,  rupiah anjlok akan berdampak pada mahalnya harga barang yang masuk ke dalam negeri.

"Sementara dari eksportir akan mengurangi produksi. Hal tersebut bisa mengancam perekonomian," jelasnya.

Reporter Magang: Laila/lif


Berita Terkait

Baca Juga