Perundingan Damai Gagal, Kepala Pemberontak Yaman Serukan Perlawanan

Perundingan Damai Gagal Kepala Pemberontak Yaman Serukan Perlawanan Ilustrasi (mirror)

Covesia.com - Kepala pemberontak Huthi Syiah Yaman, Sabtu (08/09), menyerukan "perlawanan" saat perundingan damai dengan pemerintah yang ditengahi PBB gagal menyusul penolakan pemberontak.

"Pilihan kami adalah perlawanan terhadap agresi di semua lini," ujar kepala pemberontak Abdulmalik al-Huthi dalam pidatonya.

"Saya mengimbau kepada rakyat Yaman yang bebas dan terhormat untuk melakukan perlawanan hari ini... Kita harus bergerak di semua lini untuk merekrut pertahanan kita."

Perwakilan Huthi tidak hadir dalam perundingan yang digelar di Jenewa pekan ini, mendorong utusan PBB Martin Griffiths untuk membatalkan upaya negosiasi tersebut.

Dalam tanggapan pertamanya terhadap gagalnya perundingan, Huthi mengatakan bahwa dia tidak bernegosiasi dengan "tentara bayaran" atau "pengkhianat," merujuk kepada pemerintah.

"Delegasi tentara bayaran... di Jenewa bahkan tidak membuat keputusannya sendiri," katanya dalam pidato yang disiarkan di televisi Al-Masirah milik pemberontak.

"Jika delegasi... tidak memiliki keputusan bahkan dalam urusan pribadi mereka, bagaimana bisa mereka pergi ke Jenewa dan memimpin negosiasi tentang isu penting, termasuk menemukan solusi atas agresi mereka "

Perundingan damai, yang awalnya dijadwalkan akan dibuka pada Kamis, akan menjadi upaya negosiasi resmi pertama antara pemerintah dan pemberontak sejak 2014.

Namun, Huthi yang didukung Iran menolak berangkat ke Jenewa dari ibu kota kekuasan pemberontak kecuali PBB memenuhi sejumlah syarat, yang mencakup pengamanan kembalinya delegasi mereka ke Sanaa.

Mereka menuding koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman berencana untuk menelantarkan delegasi mereka di Djibouti, tempat pesawat mereka akan transit dalam perjalanan ke Jenewa. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga