Protes Pemerintah Atas Lonjakan Biaya Hidup, Ribuan Warga Yaman Turun ke Jalan

Protes Pemerintah Atas Lonjakan Biaya Hidup Ribuan Warga Yaman Turun ke Jalan Ilustrasi (mirror)

Covesia.com - Ribuan warga Yaman, Kamis (06/09), turun ke jalanan di ibu kota de facto Aden untuk menggelar protes antipemerintah atas lonjakan biaya hidup di negara itu.

“Dari hari ini, tidak ada lagi legitimasi,” teriak demonstran saat mereka menuntut agar pemerintahan yang diakui secara internasional untuk mundur.

Demonstran memblokir jalanan dan membakar ban di kota pelabuhan yang berfungsi sebagai markas bagi otoritas di bawah pemerintahan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi sejak mereka dipaksa keluar dari Sanaa oleh pemberontak Huthi pada 2014.

Selama lebih dari setahun, pemerintah Yaman tidak bisa membayar gaji saat perang dan kemiskinan menggelincirkan negara itu ke jurang kelaparan.

Nilai mata uang riyal turun lebih dari dua pertiga terhadap dolar sejak 2015, ketika koalisi yang dipimpin Arab Saudi bergabung dengan perjuangan pemerintah melawan Huthi.\

Warga yang marah menggelar protes terhadap lonjakan biaya hidup di Yaman selatan pada Minggu, memicu kabinet Hadi untuk menjanjikan kenaikan gaji bagi semua pegawai negeri, kontraktor dan pensiunan.

Kabinet itu tidak merinci data atau tenggat waktu tentang kenaikan tersebut – dan langkah itu tampaknya gagal meredam kemarahan para demonstran. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga