PBB Sebut Dampak Serangan Militer di Idlib Sangat Buruk

PBB Sebut Dampak Serangan Militer di Idlib Sangat Buruk Ilustrasi (Anadolu Agency)

Covesia.com - PBB mengungkapkan bahwa dampak serangan militer di Idlib mungkin adalah yang terburuk yang pernah terjadi di Suriah.

Lewat sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis, Penasihat Khusus PBB tentang Pencegahan Genosida, Adama Dieng, mendesak semua pihak yang terlibat konflik di Suriah untuk melindungi warga sipil sesuai dengan hukum internasional.

"Berulang kali kita menyaksikan peristiwa mengerikan dialami oleh penduduk sipil Suriah, di Aleppo, Ghouta Timur, Raqqah, Dara'a, dan Qunaitra. Mengingat tingginya populasi warga sipil di Idlib, dampak dari serangan militer mungkin adalah yang terburuk yang pernah kita lihat di Suriah,” kata Dieng dilansir dari Anadolu Agency Indonesia, Jumat (7/9/2018).

Utusan khusus itu menyampaikan dukungannya terhadap seruan Utusan Khusus PBB untuk Suriah Stephan de Mistura untuk menemukan solusi politik bagi konflik tersebut.

Idlib adalah zona de-eskalasi terakhir di bawah perjanjian Astana yang disepakati pada Mei 2017.

Diperkirakan 2,9 juta orang tinggal di daerah itu, termasuk 1 juta anak-anak. Menurut Dieng, banyak di antaranya melarikan diri dari kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim.

Baru-baru ini, rezim Bashar al-Assad mengumumkan rencananya untuk melancarkan serangan militer besar-besaran ke daerah tersebut, yang dikendalikan oleh beberapa kelompok oposisi bersenjata.

Pada Selasa, pesawat tempur Rusia menggempur target sipil dan oposisi di Idlib.

Di hari yang sama, Kepala Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB Mark Lowcock memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga