Gunung Anak Krakatau Alami Gempa Tremor Menerus

Gunung Anak Krakatau Alami Gempa Tremor Menerus Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (19/7/2018). Antara Foto/ El Shinta

Covesia.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan sepanjang Kamis (6/9/2018) hingga Jumat (7/9/2018) dini hari mengalami gempa tremor menerus, teramati sinar api dan terdengar suara dentuman.

BMKG, dalam rilis meneruskan laporan Windi Cahya Untung dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, diterima di Bandarlampung, Jumat, menyampaikan perkembangan aktivitas gunung api di dalam laut ini untuk periode pengamatan 6 September 2018 pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB.

Gunung api di dalam laut dengan ketinggian 305 meter dari permukaan laut (mdpl) itu, cuaca di sekitarnya cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur, selatan, dan barat daya. Suhu udara 25-33 derajat Celsius, kelembapan udara 65,9-82 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. 

Secara visual kondisi gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. 

Visual pada malam hari dari CCTV teramati sinar api, terdengar suara dentuman di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau.

Kondisi kegempaan tremor menerus 3-45 mm dominan 35 mm.

Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

(AFP/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga