Hina Seorang Imam di Twitter, Jurnalis Iran Divonis 10 Tahun Penjara

Hina Seorang Imam di Twitter Jurnalis Iran Divonis 10 Tahun Penjara Ilustrasi

Covesia.com - Seorang jurnalis Iran divonis hukuman 10 tahun penjara karena "menghina" seorang imam dari abad kesembilan di Twitter, ungkap pengacaranya kepada media lokal pada Senin (20/08).

Mir Mohammad-Hossein Mir-Esmaili, seorang jurnalis harian Jahan-e Sanat, ditangkap ketika mencoba meninggalkan negara itu pada April 2017.

Penangkapan tersebut menyusul sebuah unggahan di Twitter ketika dia mengatakan bahwa Imam Reza, salah satu dari 12 tokoh dihormati di Iran yang didominasi Islam Syiah, adalah "salah satu dari kami," menyiratkan bahwa dia akan membiarkan para pemuda-pemudi untuk bersenang-senang.

Dia membuat pernyataan itu sebagai kritik terhadap pemimpin sholat Jumat Ayatollah Ahmad Alamolhoda, yang melarang sejumlah konser di kota suci Mashhad yang merupakan rumah bagi makam Imam Reza.

"Alamolhoda mengatakan bahwa menari dan musik adalah penghinaan terhadap Imam Reza! Ayolah, jangan berbohong, Imam Reza adalah salah satu dari kami," tulis Mir-Esmaili dalam cuitan yang sudah dia hapus, tetapi dicetak ulang oleh banyak media.

Mir-Esmaili dinyatakan bersalah karena menghina Islam dan para pejabat pemerintah, menyebarkan kebohongan serta menerbitkan konten tak bermoral, kata pengacaranya Hossein Ahmadiniyaz kepada ISNA pada Senin.

"Ada banyak kesalahan dalam vonis ini karena klien saya mengkritik para pejabat dalam bentuk sindiran, tetapi sayangnya mereka menganggap ini sebagai sebuah penghinaan," kata Ahmadiniyaz.

Dia berencana untuk mengajukan banding setelah diberitahu tentang vonisnya pada Minggu, tambah pengacara tersebut.

(ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga