Mantan Direktur CIA Sebut Donald Trump Terlibat 'Penghianatan'

Mantan Direktur CIA Sebut Donald Trump Terlibat  Penghianatan Presiden AS Donald Trump (mirror)

Covesia.com - Mantan direktur CIA John Brennan, Minggu (19/08), kembali menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlibat dalam perilaku “pengkhianatan” dan meminta Kongres untuk mencegah upaya presiden itu untuk mencabut izin keamanan para pejabat intelijen lain.

Brennan mendapatkan dukungan dari mantan petinggi intelijen -- tetapi tidak banyak dari anggota parlemen Republik -- sejak Trump mencabut izin keamanan tingkat tingginya pekan lalu sebagai pembalasan atas apa yang disebut presiden sebagai “tuduhan tidak berdasar dan keterlaluan.”

Trump menyampaikan pemberitahuan bahwa mantan pejabat tinggi dan pejabat saat ini -- semua dari Partai Demokrat -- juga berisiko kehilangan keamanan tingkat tinggi mereka, dan Gedung Putih dilaporkan telah menyusun perintah pencabutan lebih banyak izin keamanan.

Dalam wawancara dengan program NBC ‘Meet the Press’, Brennan menegaskan kembali tuduhan paling kontroversialnya terhadap Trump.

“Saya menyebut perilaku itu sebagai pengkhianatan. Saya berpegang teguh pada klaim tersebut,” katanya. “Ini saat-saat yang ganjil... saya melihat tanda peringatan tentang apa yang telah dilakukan Trump dan apa yang dia lakukan.”

Brennan menyampaikan tuduhan itu setelah Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki bulan lalu dan meragukan kesimpulan komunitas intelijen AS bahwa Moskow ikut campur dalam pemilu 2016 untuk memenangkan Trump.

Jaksa Khusus Robert Mueller sedang menyelidiki apakah kantor kampanye Trump bersekongkol dengan Rusia dan apakah Trump berusaha menghalangi proses peradilan.

Pada pekan ini, Brennan menyebut klaim Trump bahwa “tidak ada kolusi” dengan Rusia sebagai “omong kosong.”

“Ini saatnya bagi anggota Kongres untuk turun tangan,” katanya pada NBC, mengacu kepada langkah Partai Demokrat di Senat untuk membatasi kemampuan presiden untuk mencabut izin keamanan tanpa mengikuti prosedur normal. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga