16 Orang Suku Anak Dalam Asal Muaro Bungo Terlantar di Pessel

16 Orang Suku Anak Dalam Asal Muaro Bungo Terlantar di Pessel Foto: Indra Yen Putra

Covesia.com - 16 orang suku anak dalam asal Muaro Bungo Jambi berjalan kaki dan terlantar di Salido, Kecamatan VI Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/8/2018). 

Pantauan Covesia.com di lapangan, mereka meminta bantuan kepada warga setempat. Anak suku dalam terdiri dari anak-anak, dewasa laki-laki dan perempuan. 

Melihat kondisi mereka, warga setempat memberi bantuan ringan dan dan sejumlah uang.

Menurut seorang warga, Yuni (21) mengatakan, warga suku dalam ini terlihat dari Kamis tadi berjalan dari arah tarusan. Tanpa menggunkan alas kaki dan membawa peralatan seadanya.

"Ya, kasihan melihat mereka dengan cuaca panas mereka berjalan kaki saja. Apalagi ada anak-anak kecil," sebutnya.

Sementara itu, Tagang (67) salah seorang warga suku dalam mengatakan, mereka sudah berjalan sejak 32 hari lalu.

"Kami berjalan sudah selama 32 hari dan kami berasal dari Muaro Bungo Jambi dan kami sekarang ingin kembali lagi ke Jambi," terangnya.

Ia menerangkan, tujuan mereka berjalan kaki adalah untuk membuang sial dari keluarga. Apabila ada dari salah satu keluarga mereka yang meninggal dunia.

"Ya, tujuan kami berjalan kaki hendak membuang sial. Karena ada dari keluarga kami yang meninggal jadi kami harus berjalan kaki mengelilingi jalan ini, kami semua ini adalah satu keluarga," ulasnya.

Tagang melanjutkan, "kami mengharapkan bantuan seadanya kepada warga di sini, sebelum kami melanjutkan perjalanan lagi."

"Dari awal perjalanan kami memang tidak membawa bekal banyak. Karena itu kami hanya mengharapkan bantuan dari orang-orang. Saat malam kami tidur di tepi jalan seperti ini bersama-sama," tutupnya.

Orang dewasa dari kelompok ini memiliki KTP. KTP itu dibawa sebagai tanda identitas dari mana mereka berasal. 

Reporter Pessel: Indra Yen Putra

Berita Terkait

Baca Juga