Saudah Tewas Diserang Gajah Liar

Saudah Tewas Diserang Gajah Liar ilustrasi (foto: Pixabay)

Covesia.com - Seorang perempuan bernama Saudah (60) diketahui meninggal dunia akibat serangan kawanan gajah liar di kebun Tanjakan Mayit areal Hutan Produksi Terbatas (HPT) Pemerihan, Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (15/8/2018) dini hari.

Menurut informasi dari lokasi kejadian, tim patroli dari Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan pihak terkait telah melakukan evakuasi jasad korban amukan gajah liar itu.

Jenazah korban sudah dibawa keluarganya untuk dimakamkan di Tanjung Jati, Way Kerap, Semaka, Kabupaten Tanggamus.

"Menurut informasi, kawanan gajah liar itu melewati gubuk yang didiami korban bersama keluarganya pada pukul 01.30 WIB, Rabu dini hari tadi," kata Firdaus, staf WCS-IP di sana.

Pada pukul 02:30 WIB, Eka (30) asal Sumbersari, menantu korban telah melapor ke kantor Balai TNBBS Resort Pemerihan bahwa ada kejadian konflik gajah yang berada di Kebun Tanjakan Mayit di areal Hutan Produksi Terbatas (HPT) Pemerihan, Bengkunat Belimbing, Pesisir Barat.

Setelah Eka melapor, tim langsung menuju ke lokasi. Sampai di tempat kejadian, tim sudah mendapati Nasrudin (65), suami korban,  warga asal Tanjung Jati, Way Kerap, Semaka, Kabupaten Tanggamus sudah berada di luar gubuk, dan istrinya Saudah sudah tergeletak di jalan sepeda motor dengan kondisi meninggal dunia.

Lalu, keluarga korban meminta agar korban segera dibawa keluar karena posisi kawanan gajah liar masih berada di sekitar area TKP. Tim evakuasi adalah tim gabungan, yaitu Sumin, Parman (TNBBS), Bayu Eka Saputra, Dedi (WCS), Usman Hadi Bio (YABI), Saprudin, Nurdin dan Umar Yani (Dinas Kehutanan Pesisir Barat).

Jenazah dibawa ke Tanjung Jati, Way Kerap, Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Sebelumnya konflik gajah liar dengan warga di sekitar kawasan kebun yang juga ditinggali pemukim dan penggarap lahannya, telah menewaskan seorang perempuan lanjut usia dengan kondisi tubuh mengenaskan.

Tim terpadu penanganan konflik satwa liar dengan warga di Provinsi Lampung telah berupaya untuk menangani dan mengatasi konflik serupa agar dapat diantisipasi dan tidak sampai menimbulkan korban lagi.

Saat ini populasi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar pada habitatnya di kawasan hutan di Sumatera, termasuk dalam kawasan hutan tropis di Lampung kian terancam, sehingga perlu upaya bersama untuk menyelamatkan dan melestarikannya, termasuk segera mengatasi konflik dengan warga sekitar hutan yang masih terus terjadi.

(ant/sea)

Berita Terkait

Baca Juga