Pengamat: Gandeng Ulama Tak Jamin Suara Jokowi Naik di Sumbar

Pengamat Gandeng Ulama Tak Jamin Suara Jokowi Naik di Sumbar KH Ma'aruf Amin dan Presiden Joko Widodo (Antara)

Covesia.com - Pilpres 2019 sudah mulai ditabuh dengan mendaftarnya dua pasangan bakal Capres-Cawapres ke KPU RI beberapa waktu yang  lalu, namun pertarungan head to head antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di Sumbar diprediksi tidak akan jauh berbeda dengan hasil Pilpres sebelumnya meskipun Joko Widodo gandeng KH Ma'ruf Amin sebagai Cawapres.

Pengamat politik lulusan Univesitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Najmuddin Rasul menyebutkan bahwa, berdasarkan hasil poling yang dilakukan di sosial media, masyarakat Sumbar masih menempatkan Prabowo Subianto dalam posisi teratas meskipun tidak didampingi oleh ustadz Abdul Somat (UAS).

Kata Najmuddin Rasul, Pemilih Sumbar lebih rasional dalam menentukan pemimpin, terlebih lagi dalam memilih pemimpin negara. Hasil poling tersebut menunjukkan, bahwa sejumlah pembangunan infrastruktur di Sumbar yang dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi tidak bisa menjadi ukuran bagi masyarakat untuk memilihnya, saat ini tercatat sudah lima kali Jokowi berkunjung ke Sumbar untuk meresmikan program-program strategis nasional.    

"Ternyata pencapaian pembangunan di Sumbar di era pemerintahan Jokowi tidak merubah pilihan masyarakat, bahkan 90 persen masyarakat memilih Prabowo Subianto," ujar  Dosen Universitas Andalas Padang, Najmuddin Rasul di Padang, Minggu (12/8/2018).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berbagai alasan yang dikemukakan masyarakat untuk tidak memilih Joko Widodo pada Pilpres mendatang, terutama soal janji kampanye yang diumbar Jokowi belum sepenuhnya terlaksana terutama soal ketersediaan lapangan pekerjaan dan ekonomi.

"Dalam kampanye periode sebelumnya Jokowi menargetkan mata uang Dolar di posisi Rp. 10 ribu ternyata malah tembus mencapai Rp. 14 ribu, belum lagi ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," ujarnya. 

"Sementara itu-isu yang dibangun oleh Prabowo lebih kepada penguatan ekonomi, ini yang dilihat oleh masyarakat Sumbar meskipun Presiden Jokowi sering berkunjung ke Sumbar," kata nya.

Terkait pencapaian perolehan suara di Sumbar, Ketua Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRPJ), Mayjen TNI (Purn) Hastind Asrin mengatakan, untuk Sumbar memang tim pemenangan Jokowi harus bekerja maksimal serta terjun langsung ke masyarakat mengingat pada Pilpres sebelumnya Jokowi memperperoleh suara terendah dibandingkan dengan daerah lain.

"Untuk tim pemenangan ini akan dikerahkan ke seluruh kabupaten/kota dengan jumlah relawan mencapai 1.500 orang yang telah siap mengampanyekan pencapaian keberhasilan pembangunan di era pemerintahan Jokowi di Sumbar," ujar nya.

(dil)

Berita Terkait

Baca Juga