Eks Presiden Peru yang Pernah Disiksa Rezim Dipilih Jadi Komisioner HAM PBB

Eks Presiden Peru yang Pernah Disiksa Rezim Dipilih Jadi Komisioner HAM PBB Michelle Bachelet (youtube)

Covesia.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan mengangkat Michelle Bachelet, mantan presiden Peru yang mengalami penyiksaan di era rezim Augusto Pinochet, sebagai kepala hak asasi manusia baru badan dunia itu, kata diplomat, Rabu (08/08).

Bachelet (66) akan menggantikan Zeid Ra’ad Al Hussein dari Yordania, kritikus kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menjabat sebagai komisioner tinggi PBB untuk hak asasi manusia sejak September 2014.

Selain menjabat sebagai presiden selama dua periode, Bachelet, yang termasuk salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia dalam bidang politik, pada 2010 juga bertugas sebagai direktur pertama UN Women, badan PBB yang mempromosikan kesetaraan gender di seluruh dunia.

Para diplomat mengungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed mengatakan dalam pertemuan para duta besar pekan ini bahwa Bachelet setuju untuk menjabat sebagai komisioner hak asasi manusia PBB.

Namun, diplomat mengatakan penunjukannya harus disetujui Majelis Umum.

Juru bicara PBB Farhan Haq enggan mengonfirmasi keputusan itu, tetapi mengatakan sebuah nama dikirim ke majelis 193 negara tersebyt. “Prosesnya hampir selesai,” katanya.

Bachelet akan menempati posisi yang menuai kontroversi di masa kepemimpinan Zeid, yang memutuskan tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua setelah kehilangan dukungan dari negara-negara berpengaruh. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga