Sosiolog: Faktor Ekonomi dan Pendidikan Picu Anak Terjun ke Dunia Prostitusi

Sosiolog Faktor Ekonomi dan Pendidikan Picu Anak Terjun ke Dunia Prostitusi Ilustrasi- Aksi menolak kekerasan seksual pada anak. (antara)

Covesia.com- Kasus prostitusi di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, kembali dibongkar jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Para pekerja seks ini diketahui masih di bawah umur.

Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Nia Elvina menjelaskan, bahwa seorang anak rela menjual kehormatannya atau terjun ke dunia prostitusi salah satu pemicunya adalah karena faktor ekonomi dan pendidikan.

"Saya kira persoalan prostitusi, akar penyebab berkembanganya pada masyarakat kita, karena masih tingginya ketimpangan struktur pada masyarakat kita. Atau dengan kata lain maraknya prostitusi yang melibatkan anak, karena ketimpangan ekonomi dan pendidikan terutama masih sangat tinggi," kata Nia kepada Covesia.com, Rabu (8/8/2018).

Menurut Nia, sebagian besar korban prostitusi anak ini berasal dari keluarga ekonomi lemah dan pendidikan yang rendah. "Nah sistem ekonomi dan pendidikan kita belum berpihak kepada masyarakat golongan bawah/lemah ini tadi," tandas dia.

Nia menyebut bahwa tugas pemerintah adalah memperkecil atau mengeliminir ketimpangan pendidikan dan ekonomi tersebut agar kasus prostitusi tidak terus meningkat dan anak dibawah umur tak terjun ke dunia prostitusi.

"Sektor ekonomi diperbaiki, sehingga  masyarakat kelas bawah juga bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Bidang pendidikan, implementasikan pendidikan bisa dinikmati oleh semua kelas masyarakat," papar dia.

 (jon)

 

Berita Terkait

Baca Juga