Tingginya Pengguna Internet Pengaruhi Kasus Eksploitasi Seksual Online Anak

Tingginya Pengguna Internet Pengaruhi Kasus Eksploitasi Seksual Online Anak Ilustrasi- anak- anak sedang bermain internet di Warnet. (antara)

Covesia.com- Yayasan Sekertariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) bekerjasama dengan There Dhess Home (TDH) melakukan penelitian terkait eksploitasi seksual online anak ditinjau dalam perspektif pengguna dan penggunaan media internet.

Kepada Covesia.com, Rabu (8/8/2018), Ketua Yayasan SAMIN, Odi Shalahuddin menyebut bahwa pihaknya melakukan penelitian terkait hal ini di tahun 2015. Menurutnya, kasus eksploitasi seksual dipengaruhi oleh tingginya penggunaan internet oleh anak setiap tahunnya selalu mengalami grafik peningkatan. Tingginya pengguna diiringi oleh banyak ragam dan varian informasi, sehingga ada korelasi dengan muatan isi yang memiliki dampak buruk bagi anak-anak dan kestabilan politik negara.

Sampel penelitian ini adalah anak dengan jumlah responden sebanyak 850 responden yang tersebar di delapan wilayah objek penelitian, seperti Yogyakarta, Sleman, bantul, Solo, Semarang, Bandung, Jakarta, dan Mataram.

Penelitian ini baru pertama kali dilakukan dibandingkan penelitian serupa lainnya di Indonesia.

Kesimpulannya, anak-anak sebagai pengguna media online mulai diperkenalkan sejak usia dini meski dominasi pengenalan media online antara usia 5-10 tahun.

Situasi ini menunjukan bahwa penggunaan media online menjadi bagian yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Selain itu, pengguna online anak memperkuat anggapan bahwa anak-anak membawa internet kedalam rumah dan dipandang menjadi bagian dari keluarga karena kehadiranya terasa melekat dalam kehidupan anak dan keluarga.

Terkait isu berkenaan eksploitasi seksual online anak, bahwa anak-anak didapati telah pernah melihat dan menonton pornografi yang didapatkan dari media internet. Sebagian besar anak-anak sebagai pengguna dan penggunaan internet tidak pernah melakukan posting atau pun menshare gambar/foto dan video porno di media sosial yang dimilikinya.

Tetapi dari penelitian ditemuan ada berapa anak-anak melakukan aktivitas di media online melakukan memposting dan menshare gambar/foto dan video porno di media sosial yang dimilikinya. Selain itu, anak-anak sebagai pengguna internet sebanyak 30 % mengirimkan foto dan video porno kepada orang yang tidak dikenal, orang lebih tua, teman, dan pacar. Dan sebanyak 4 % merekan menyimpan bila mendapakan gambar/foto dan video porno yang didapatkan dari media sosialnya.

Maraknya beragam dan varian informasi seperti mudahnya mengakses materi-materi yang berhubungan dengan pornografi dan mudahnya melakukan hubungan dengan orang yang tidak dikenal, dipengaruhi oleh faktor kemajuan teknologi dan terbukanya ruang informasi sehingga menciptakan luber informasi yang mengakibatkan ancaman bagi anak- anak.

 (jon)

 Baca juga: Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Anak di Kalibata City

Berita Terkait

Baca Juga