Telepon Langsung Presiden Jokowi, PM Malaysia Sampaikan Duka Cita Gempa NTB

Telepon Langsung Presiden Jokowi PM Malaysia Sampaikan Duka Cita Gempa NTB Presiden Jokowi dan PM Malaysia Mahathir Mohammad melepas sepatu masing-masing saat tiba di Masjid Jami’ Baitussalam, Kawasan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018) siang. (Foto: Setkab)

Covesia.com - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menelepon langsung Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan rasa belasungkawa dan simpatinya atas gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu, 5 Agustus 2018.


PM Mahathir menyampaikan hal tersebut melalui pembicaraan telepon kepada Presiden Joko Widodo, Selasa, 7 Agustus 2018, sekitar pukul 15.00 WIB, sebagaimana disampaikan tertulis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.


"Yang Mulia Tun Mahathir, terima kasih atas telepon Bapak. Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian pemerintah dan rakyat Malaysia terhadap bencana gempa bumi di Lombok Utara yang juga terasa di Bali dan Jawa bagian timur," kata Presiden di Istana Merdeka.


Kepada PM Mahathir, Presiden menceritakan kejadian gempa dan menyampaikan jumlah korban meninggal dunia hingga saat ini yaitu 105 orang dan korban luka-luka sebanyak 236 orang.


Saat ini, kata Presiden, penanganan dampak bencana dan proses evakuasi terus dilakukan, termasuk melakukan evakuasi warga negara asing.


"Sekali lagi, terima kasih atas persaudaraan yang ditunjukkan Malaysia. Terima kasih atas telepon Tun Mahathir yang sedang berada di Jepang," kata Presiden.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada jajarannya terutama Menkopolhukam untuk berkoordinasi dengan seluruh stakeholder menangani dampak gempa yang terjadi di Lombok, Minggu, 5 Agustus 2018 dengan upaya terbaik.


Penanganan yang dimaksud Presiden meliputi evakuasi korban meninggal dan luka-luka, meski sebagian di antaranya sudah ditangani termasuk di antaranya logistik.


Ia bahkan memastikan bantuan logistik sudah dikirimkan segera sesaat setelah bencana tersebut terjadi termasuk dokter dan paramedis.


(Ant/utr)

Berita Terkait

Baca Juga