Presiden Filipina Sahkan UU yang Berikan Otonomi Besar Wilayah Mayoritas Muslim

Presiden Filipina Sahkan UU yang Berikan Otonomi Besar Wilayah Mayoritas Muslim Presiden Filipina Rodrigo Duterte (mirror)

Covesia.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan sebuah undang-undang pada Senin (06/08), yang memberikan otonomi lebih besar di wilayah selatan dengan mayoritas muslim di negara tersebut.

Duterte berharap bahwa langkah tersebut pada akhirnya akan mengakhiri konflik separatis berdarah yang sudah berlangsung selama beberapa dekade.

Dia menyampaikan pengumuman tersebut setelah menyerahkan salinan simbolis undang-undang baru itu, yang dia tanda tangani pada bulan lalu, kepada pemimpin kelompok pemberontak muslim terbesar di Filipina.

Langkah tersebut adalah puncak dari sebuah upacara di istana presiden di Manila, menandai disahkannya undang-undang yang menjadi kunci untuk mengakhiri salah satu konflik terpanjang dan paling mematikan di Asia itu.

Tindakan itu telah menjadi elemen penting yang hilang bagi pakta damai dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang, bersama dengan kelompok lain, telah melancarkan pemberontakan hingga menewaskan sekitar 150.000 orang di wilayah Mindanao sejak tahun 1970-an.

"Saya berharap (undang-undang) akhirnya akan mengakhiri konflik puluhan tahun yang berakar dari perjuangan Bangsamoro untuk menentukan nasib sendiri dan pengakuan identitas mereka yang unik," kata Duterte, merujuk wilayah tempat banyak konflik terjadi.

"Semoga ini berfungsi sebagai tindakan terakhir untuk pencapaian perdamaian sejati, stabilitas (dan) pemerintahan yang baik di Mindanao," tambahnya. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga