Bebas, Aktivis Muda Palestina Ahed Tamimi Terima Penghargaan Nelson Mandela

Bebas Aktivis Muda Palestina Ahed Tamimi Terima Penghargaan Nelson Mandela Ahed Tamimi

Covesia.com - Cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela mengundang Ahed Tamimi ke Afrika Selatan. Ahed akan diberikan penghargaan Nelson Mandela karena berjuang untuk masyarakat Palestina.

Ahed Tamimi, aktivis muda Palestina (17) tersebut ditahan selama delapan bulan karena menampar tentara Israel di Desa Nabi Saleh, Tepi Barat saat mengusir militer Israel itu dari tanahnya.

Ibunya, Nariman dan sepupunya juga ditangkap dalam insiden serupa. Adapun sepupunya, Mohammed Tamimi, 15, ditembak kepalanya dengan peluru baja berlapis karet sehari sebelumnya.

Dalam perayaan hari ulang tahun kakeknya Nelson Mandela yang ke-100 tahun, Zwelivlile 'Mandla' Mandela, Kepala Dewan Tradisional Mvezo menyebut, Ahed Tamimi sebagai 'simbol perlawanan Palestina'.

Cucu Mandela itu menyatakan, "Kami akan terus mendukung dan menyemangati orang lain dalam kampanye boikot, divestasi, sanksi (BDS) terhadap Israel sampai Palestina bebas. Tamimi merupakan simbol perlawanan Palestina (terhadap Israel)," kata Mandela, dikutip dari Middle East Monitor.

Tamimi dinilai pantas menerima penghargaan karena dia merupakan remaja berani yang menjadi simbol perlawanan dan harapan bagi golongan Afro-Palestina.

Seperti diketahui, Tamimi dibebaskan pada Minggu (29/7/2018) bersama dengan ibunya, Nariman, yang juga dipenjara karena dituding telah menghasut.

Selama masa penahanan, sosok Ahed kerap disandingkan dengan tokoh pejuang perempuan dari mulai Joan of Arc, Anne Frank, hingga Rosa Parks dan Hannah Szenes. Rambutnya yang pirang bahkan dibandingkan dengan model Bar Rafaeli.

Dia bahkan dibela oleh sejumlah selebritas papan atas Amerika macam Sarah Silverman, Alice Walker, Danny Glover dan Rosario Dawson. Di Israel Ahed juga dibela oleh penulis lagu sekaligus penghibur Yehonatan Geffen.

Media Israel menyebut Ahed 'Shirley si Pemarah', merujuk aktris bocah lawas asal Amerika bernama Shirley Temple, lantaran dia memukuli tentara Israel pada 2012 dan menggigit tangan seorang tentara yang ingin menangkap ibunya pada 2015.

Sejak 2009, ayah Ahed, Bassem Tamimi, memulai unjuk rasa mingguan di Nabi Saleh untuk menarik perhatian internasional dan menggagas model perlawanan populer dengan berdemonstrasi menentang pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel.

Dia mengajak warga desa, sekitar 12 kilometer sebelah barat laut Ramallah, menentang pembangunan pemukiman Israel di wilayah mereka. Sejak itu protes warga Palestina selalu diwarnai pelemparan batu, tembakan gas air mata, granat, dan peluru tajam yang menyebabkan banyak korban tewas dan luka, termasuk keluarga Tamimi.

Orang Israel menyebut dia adalah bagian dari 'Pallywood' atau propaganda Palestina untuk menjelekkan Israel di media massa. Tapi rakyat Palestina menyebut dia pahlawan karena berani melawan tentara Israel yang menduduki wilayah Tepi Barat, tempat dia tinggal.


(sea)

Berita Terkait

Baca Juga