PBB Akan Gelar Pembicaraan Tentang Konflik Yaman 6 September Mendatang

PBB Akan Gelar Pembicaraan Tentang Konflik Yaman 6 September Mendatang Ilustrasi (mirror)

Covesia.com - PBB akan mengundang pihak bertikai di Yaman untuk melakukan pembicaraan pada 6 September di Jenewa yang akan membahas kerangka kerja bagi perundingan damai, menurut pengumuman utusan PBB Martin Griffiths, Kamis (02/08).

Griffiths mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa “solusi politik” untuk mengakhiri perang di Yaman “sudah ada” dan mendesak negara-negara adidaya dunia mendukung dorongan baru untuk perundingan perdamaian.

“Konsultasi ini akan memberikan semua pihak kesempatan, antara lain, untuk membahas kerangka kerja negosiasi, langkah-langkah membangun kepercayaan terkait dan rencana khusus untuk memajukan proses ini,” kata Griffiths.

Pembicaraan politik yang diperantarai PBB mengenai Yaman macet pada 2016 di tengah tuntutan terhadap pemberontak untuk mundur dari kota-kota utama dan pembagian kekuasaan dengan pemerintah yang didukung Saudi.

Sejak 2015, Arab Saudi memimpin operasi militer untuk mengembalikan kekuasaan pemerintah yang diakui secara internasional dan memukul mundur pemberontak Huthi yang masih menguasai ibu kota Sanaa.

Perang telah menelan hampir 10.000 korban jiwa di Yaman, yang oleh PBB digambarkan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Griffiths, yang ditunjuk tahun lalu untuk memimpin upaya perdamaian PBB, mengatakan kepada dewan bahwa dia “masih berusaha” menegosiasikan kesepakatan guna menghindari pertempuran besar-besaran di Hodeida, kota pelabuhan Laut Merah yang merupakan pintu masuk utama bagi bantuan kemanusiaan.

Namun, dia menegaskan bahwa penyelesaian krisis atas Hodeida harus menjadi bagian dari “penyelesaian politik yang komprehensif” antara para pemberontak dan pemerintah. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga