Presiden Botswana Kagumi Kebhinekaan Indonesia

Presiden Botswana Kagumi Kebhinekaan Indonesia Presiden Botswana Mokgweetsi Masisi (zimbabwesituation.com)

Covesia.com -  Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Botswana, Salman Al Farisi, mengatakan Presiden Botswana, Mokgweetsi Masisi, mengagumi Indonesia dengan kemajemukan dan kebhinekaannya.

Hal itu disampaikan saat Dubes Salman menyerahkan Surat Kepercayaan kepada presiden Masisi di Kantor Kepresidenan Gabarone, Botswana, pada 12 Juli 2018.

"Presiden Masisi sangat kagum dengan Indonesia yang meskipun berpenduduk mayoritas muslim,tetap menjaga kemajemukan dan memiliki dinamika demokrasi yang baik," kata Dubes Salman melalui keterangan resminya yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Pada kesempatan tersebut, Dubes Salman menyampaikan salam hangat Presiden Joko Widodo kepada Presiden Masisi dan rakyat Botswana. Ia juga menegaskan komitmen Presiden Joko Widodo untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral yang lebih produktif antara Indonesia dan Botswana.

Dubes Salman menyampaikan bahwa Presiden Masisi mengagumi Indonesia yang mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas lima persen per tahun di tengah situasi global yang tidak menentu.

Presiden Masisi juga berharap Indonesia dapat berperan aktif dalam upaya Botswana memperkuat pembangunan yang berkelanjutan. Ia mengutarakan bahwa tantangan yang dihadapi negaranya saat ini adalah mengatasi pengangguran, terutama pengangguran pemuda dan menganekaragamkan atau diversifikasi ekonomi. 

Usai menyampaikan surat kepercayaan secara resmi, Dubes Salman mendapat kesempatan untuk berbincang dengan Presiden Masisi. 

Kepada Presiden Botswana itu, Dubes Salman menyatakan kesiapannya untuk bekerja dengan kalangan pemerintah, swasta, dan masyarakat madani Botswana guna lebih memperkuat kerja sama di segala bidang, terutama dengan meningkatkan kinerja diplomasi ekonomi.

Saat ini hubungan dagang kedua negara masih jauh dari memadai, hanya berkisar 350 ribu dolar AS/tahun. Ekonomi Botswana bertumpu pada pariwisata, peternakan dan hasil pertambangan, terutama berlian. 

Namun Botswana juga merupakan negara pelintasan bagi arus perdagangan ke negara-negara Afrika lainnya, seperti Zambia dan Republik Demokratik Congo, hingga Afrika Tengah yang kaya dengan sumber daya alam dan beragam komoditas pertanian. Dengan demikian, pembangunan infrastuktur ekonomi menjadi perhatian besar Pemerintah Botswana.

Dubes Salman lebih lanjut menyampaikan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dan kemampuan dalam pembangunan infrastuktur, termasuk dry-port, bandara, dan pembangkit listrik yang sangat diperlukan Botswana.

Indonesia pun berharap agar Botswana dapat berpartisipasi terkait rencana Pemerintah menyelenggarakan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue pada tahun 2019.

Pada kunjungan kerja ke Gaborone, Botswana kali ini Dubes Salman, yang didampingi oleh Atase Pertahanan RI Pretoria, Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Johannesburg, serta Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Pretoria, juga melaksanakan sejumlah agenda kegiatan yaitu, pertemuan dengan komunitas bisnis dan pengusaha Botswana dalam rangka promosi perdagangan dan diplomasi ekonomi, serta pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Botswana.

Dubes Salman bersama delegasi bertemu dengan komunitas bisnis Botswana, di antaranya dengan Ketua Business Botswana (BB), Gobusamang Keebine dan pimpinan pengusaha Botswana. 

Ia menyampaikan harapan dan upaya peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi RI-Botswana serta membuka peluang kerja sama di bidang infrastruktur, seperti pembangunan dry port. 

Botswana juga diharapkan hadir pada Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 di Jakarta pada tanggal 22-24 Oktober 2018. Banyak pengusaha Botswana yang hadir menyatakan berminat untuk datang pada TEI 2018 dan menjajaki peluang kemitraan. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga