Turki Segera Cabut Status Darurat Pasca-Kudeta Gagal pada 2016

Turki Segera Cabut Status Darurat PascaKudeta Gagal pada 2016 Ilustrasi (mirror)

Covesia.com - Turki pekan depan akan mencabut keadaan darurat yang diberlakukan setelah kudeta gagal pada 2016 dan telah memberikan pemerintah kekuatan lebih besar untuk menahan para tersangka, kata juru bicara kepresidenan, Ibrahim Kalin pada Jumat (13/07).

"Keadaan darurat saat ini akan segera berakhir pada 18 Juli. Presiden memiliki keinginan... untuk tidak memperpanjangnya," kata Kalin kepada para wartawan setelah pertemuan kabinet pertama sejak kemenangan Erdogan di pemilihan presiden pada bulan lalu.

Di bawah keadaan darurat, yang diperpanjang tujuh kali sejak kudeta gagal terhadap pemerintah Erdogan, lebih dari 110.000 pegawai sektor publik telah diberhentikan dari pekerjaan mereka melalui dekret darurat sementara puluhan ribu lainnya ditangguhkan dalam tindakan keras yang dikritik oleh para sekutu Barat Ankara.

Namun, pemerintah mengatakan bahwa tindakan "pembersihan" diperlukan untuk membersihkan "virus" yang berasal dari ulama Fethullah Gulen yang dituduh menjadi dalang aksi kudeta tersebut.

Gulen, yang berbasis di Amerika Serikat (AS), membantah telah berperan dalam kudeta pada 2016 tesebut.

Kalin menambahkan bahwa pencabutan keadaan darurat itu akan memperlambat perjuangan Turki melawan teror, tetapi masih akan terus dilanjutkan di bawah undang-undang kontra-terorisme. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga