Peredaran Narkoba Lebih Banyak Masuk Jalur Sumatera, BNNP Ingatkan Masyarakat Agar Waspada

Peredaran Narkoba Lebih Banyak Masuk Jalur Sumatera BNNP Ingatkan Masyarakat Agar Waspada Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, Kusriyanto pakai biru baju logo BNN, bersama Gubernur Sumbar, Irwan Praytino, saat peringatan HANI di Padang, Jum'at (13/7/2018)(Foto:Fadil)

Covesia.com - Pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, Kusriyanto menyebutkan, narkoba masuk ke Sumbar lebih banyak melewati jalur darat.

Kata Kusriyanto, narkoba masuk ke Indonesia lewat jalur Sumatera, rata-rata menggunakan jalur laut, itu sebabnya keberadaan narkoba sulit dideteksi.

"Kalau untuk Sumbar, narkoba masuk lebih mendominasi lewat jalur darat, karena Sumbar berbatasan langsung dengan Provinsi Riau dan Jambi, di Riau penyelundupan narkoba lebih banyak, ini yang masuk ke Sumbar lewat jalur darat," ujar Kusriyanto saat HANI di Universitas Bung Hatta, Kota Padang, Jumat (13/7/2018).

Lebih lanjut, dikatakannya peredaran narkoba lebih banyak terjadi di daerah-daerah kumuh di perkotaan, "Ini banyak terjadi di perkotaan, terlebih lagi pada masyarakat yang tingkat pendidikannya rendah, biasanya orang tua abai terhadap anak-anak mereka," ujarnya.

"Mereka menyasar anak-anak kecil dengan memberikan permen yang sudah bercampur dengan bahan narkoba, akhirnya mereka kecanduaan dan jadi pemakai sekaligus pengedar," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengajak semua pihak turut serta dalam memerangi bahaya narkoba, dan narkoba sangat berbahaya bagi generasi muda

"Pemberantasan narkoba tidak hanya peran pemerintah dan instansi terkait, namun masyarakat dan keluarga juga harus melakukan pengawasan dan pencegahan, narkoba merupakan ancaman terbesar bagi generasi penerus bangsa ini," ujar Irwan.

(dil)

Berita Terkait

Baca Juga