Harga Telur dan Ayam Naik Drastis di Bukittinggi

Harga Telur dan Ayam Naik Drastis di Bukittinggi Foto:Covesia/Primadoni

Covesia.com - Pasca lebaran 1439 hijriah sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami kenaikan.

Kenaikan yang signifikan terjadi pada harga telur dan ayam ras yang terus mengalami kenaikan pasca lebaran. 

Menurut salah seorang pedagang telur di pasar Tradisional Pasar Bawah Bukittinggi, Nur, Kamis (12/7/2017) mengutarakan sejak lebaran harga telur terus mengalami kenaikan. 

"Biasanya usai lebaran harga telur turun namun ini malah naik terus," katanya saat diwawancarai.

Ia mengatakan biasanya untuk harga satu butir telur dengan ukuran sedang di jual Rp 1.200/butirnya, saat lebaran naik menjadi Rp 1.300/butir dan hingga sekarang terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 1.500/butir untuk ukuran telur yang kecil. 

Selain itu, Nur juga menyebutkan sulit untuk mendapatkan telur dari gudang dikarenakan orang gudang lebih banyak menjual telur ke pulau Jawa disamping permintaan yang banyak. 

Disisi lain, naiknya harga telur juga berimbas pada harga jual ayam ras di pasar.

Pantauan Covesia.com dilapangan untuk satu ekor ayam ras yang biasanya di jual Rp 45.000 hingga Rp 50.000/ekor kini dijual dengan harga Rp 70.000 hingga Rp 75.000/ekor untuk ukuran ayam yang besar. 

Sementara itu menurut salah seorang pembeli, Rasmi mengatakan bahwa harga satu ekor ayam yang ia beli naik dratis jika dibandingkan ia membeli dua minggu yang lalu. 

"Dua minggu lalu saya beli dengan harga Rp 55.000/ekor namun sekarang Rp 75.000/ekor," katanya. 

Ia berharap agar harga kebutuhan pokok masyarakat bisa kembali normal karena tidak semua masyarakat bisa membeli dengan harga mahal. 

(deb)  

Berita Terkait

Baca Juga