Dua Reporter Reuters Hadapi Persidangan Myanmar Terkait ‘Pelanggaran’ Kerahasiaan

Dua Reporter Reuters Hadapi Persidangan Myanmar Terkait ‘Pelanggaran’ Kerahasiaan Jurnalis Myanmar yang ditahan Wa Lone berbicara kepada para reporter ketika digiring polisi ke sebuah pengadilan di Yangon pada 9 Juli 2018. STR / AFP

Covesia.com - Dua reporter Reuters yang dituduh melanggar undang-undang kerahasiaan Myanmar saat meliput krisis Rohingya harus disidang, kata seorang hakim pada Senin (9/7/2018), atas tuduhan yang memuat ancaman hingga 14 tahun penjara.

Wa Lone (32) dan Kyaw Soe Oo (28), kebangsaan Myanmar, “dituntut di bawah undang-undang rahasia negara,” kata Hakim Ye Lwin di pengadilan, menetapkan sidang pertama akan digelar pada 16 Juli.

Keduanya sudah ditahan selama tujuh bulan untuk sidang praperadilan. Mereka ditangkap pada Desember dan dituduh memiliki material sensitif yang dibocorkan sehubungan dengan operasi keamanan di negara bagian Rakhine.

Reuters mengatakan keduanya tidak bersalah dan hanya melakukan pekerjaan mereka dengan meliput sebuah pembantaian terhadap muslim Rohingya dan mendesak hakim untuk mencabut kasus tersebut.

Namun, Hakim Ye Lwin memutuskan penuntutan itu menunjukkan cukup bukti bahwa mereka “mengumpulkan bukti” dari pejabat negara untuk melanjutkan kasus tersebut ke persidangan.

Aksi hukum terhadap mereka itu dikecam kelompok HAM dan pengamat asing sebagai sebuah serangan terhadap kebebasan media dan sebuah upaya untuk membungkam peliputan mengenai krisis Rohingya.

(AFP/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga