Harga Gambir di Sumbar Belum Stabil, AKGI Berharap Pemerintah Bentuk Badan Penyanggah

Harga Gambir di Sumbar Belum Stabil AKGI Berharap Pemerintah Bentuk Badan Penyanggah Ilustrasi komoditi ekspor Gambir dan Kulit Kayu Manis (Foto:Covesia/Fadil)

Covesia.com - Provinsi Sumatera Barat, merupakan salah satu daerah eksportir gambir terbesar di Indonesia, setiap bulannya sebanyak 1.000 hingga 1.200 ton gambir siap diekspor ke negara India dan Pakistan. 

Saat ini, harga gambir di Sumbar berkisar antara Rp 34.000 hingga Rp 35.000 per Kilogramnya, harga ini masih jauh dibawah harga tahun lalu yang mencapai Rp 135.000 per kilogram.

"Sekarang gambir lagi sepi, sudah lama sekali sejak bulan September tahun lalu harga gambir mencapai Rp. 135. 000 per Kg dan sekarang harganya Rp. 35.000, dan gambir dari Pesisir Selatan harganya sekitar Rp. 45.000 per kilogram," ujar Beni salah seorang pengumpul gambir yang berada di Pasa Gadang, Kota Padang, Senin (9/7/2018).

Kata Beni, harga gambir ditingkat petani sekitar Rp. 25.000 hingga Rp.30.000 yang tentunya berada dibawah harga pengumpul. 

"Harga sampai di Kota Padang berkisar antara Rp. 32.000  hingga 35.000, saat ini saya hanya menjualnya ke daerah Jawa," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Komoditi Gambir Indonesia (AKGI), Ramal Saleh menyebutkan bahwa sebetulnya pemerintah harus membuat badan penyanggah untuk menstabilkan harga komoditi gambir tersebut.

"Badan ini sudah diusulkan pembentukannya kepada Pemerintah Daerah agar saat petani menjual gambir ada jaminan harganya, selain itu yang menyebabkan harga gambir turun adalah karena adanya monopoli harga oleh pihak tertentu, sehingga saat petani menjual harga gambir relatif murah," ujar Ramal Saleh saat dihubungi Covesia.com.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa badan penyanggah tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang yang mengatur tentang Resi Gudang dalam upaya jaminan harga bagi petani.

"Ketika harga gambir murah, maka ada jaminan harga dari badan penyanggah untuk petani dan semestinya ini yang disegerakan oleh pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, harga kulit manis ditingkat penggupul di Kota Padang mengalami kenaikan harga disetiap jenisnya hingga Rp. 5.000 per Kg.

"Untuk harga KC Rp. 18.000 ribu per Kg, C Rp. 16.000 per Kg, KBG Rp. 21.000 per Kg, KA Rp. 38.500 per Kg, A Rp. 42.000 per Kg, AA Rp. 55.000 per Kg, SP Rp. 62.500 per Kg, AKA Rp. 42.500, KB Panjang Rp. 25.000 per Kg, dan KB Pendek Rp. 21.000 per Kg nya," ujar Masto Hardi salah satu pengumpul di Kota Padang.

Kata Hardi, setelah lebaran harga kulit manis naik drastis tetapi jumlah barang mengalami penurunan lantaran masyarakat banyak yang tidak menanam kembali kayu manis setelah diambil kulitnya.

"Kulit manis saya dapatkan dari daerah Pesisir Selatan dan Kerinci namun jumlahnya tidak banyak karena setelah kulitnya diambil petani tidak lagi menanam kulit manis dan beralih kepada komoditi lainnya," ujarnya.

(dil/don)

Berita Terkait

Baca Juga