Menteri Desa dan Wartawan Mendadak Kunjungi Pengungsi Gunung Agung

Menteri Desa dan Wartawan Mendadak Kunjungi Pengungsi Gunung Agung Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo (kemendesa.go.id)

Covesia.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo bersama anggota Ikatan Jurnalis Lintas Media mengunjungi para pengungsi Gunung Agung di UPTD Pertanian, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu (7/7) sekitar Pukul 22.00 Wita.

"Kegiatan ini spontan kami lakukan bersama teman-teman wartawan untuk berkunjung ke pengungsian dan memberikan bantuan yang terkumpul Rp90 juta untuk kebutuhan pengungsi," ujar Eko Putra usai bertatap muka dengan para pengungsi Gunung Agung di UPTD Pertanian, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu.

Kehadiran dirinya bersama anggota Ikatan Jurnalis Lintas Media itu sebagai bentuk keprihatinan sesama warga Indonesia atas kejadian yang menimpa saudara yang berada di Kabupaten Karangsem, khususnya warga Dusun Kesimpar yang banyak tinggal di pengungsian UPTD Pertanian.

Dari dana sukarela yang terkumpul itu, nantinya akan didata kembali jika diperlukan untuk membeli barang-barang sesuai kebutuhan pengungsi. "Hari ini kami memberikan bantuan berupa selimut tidur, popok bayi dan susu untuk bayi yang diberikan secara simbolis," ujarnya.

Dia menuturkan, mendapat laporan dari Wakil Bupati Karangasem Arta Dipa bahwa Kementerian Sosial bersama BNPB juga siap membantu segala kebutuhan pengungsi di daerah itu.

 "Tadi kami juga sudah berbicara dengan pendamping desa untuk melakukan musyawarah desa agar dana desanya dapat digunakan untuk penanggulangan atau membantu para pengungsi," katanya.

Dalam kunjungannya itu, Eko juga memberikan dukungan semangat kepada warga pengungsi yang berada di UPTD Pertanian agar tabah menghadapi cobaan ini.

 "Saya yakin Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang lebih berat dan menaikkan derajat bapak dan ibu di tempat ini. Kami mendoakan masyarakat lebih baik dari hari ini," ujarnya.

Eko juga sempat berdiskusi dengan keluarga pengungsi yang menderita gagal ginjal, Wayan Reni yang berada dipengungsian dimana anaknya bernama Ketut Karmawan sudah tidak pernah mendapat jadwal cuci darah.

Dengan sigap Eko langsung menghubungi Menteri Kesehatan agar segera memberikan solusi dan membantu warga pengungsi yang mengalami gagal ginjal itu. "Kami telah berkoordinasi dengan Menkes langsung untuk memerintahkan petugasnya membantu pengungsi ini agar bisa segera menjalani cuci darah," ujar Eko. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga