Sebagian Warga di Jember dan Bondowoso Rayakan Lebaran Hari Ini

Sebagian Warga di Jember dan Bondowoso Rayakan Lebaran Hari Ini Ilustrasi- Shalat Idul Fitri. (antara)

Covesia.com- Sebagian warga Kabupaten Jember dan Bondowoso di sekitar Pondok Pesantren Mahfiludluror merayakan Lebaran hari ini.

Mereka melaksanakan shalat Idul Fitri 1439 Hijriah pada Kamis. "Kami melaksanakan Shalat Id hari ini karena sudah menjalankan ibadah puasa selama 30 hari yang dimulai pada 15 Mei 2018 dan memang berbeda dengan penetapan pemerintah," kata Pengasuh Pondok Pesantren Mahfiludluror K.H. Ali Wafa di Jember, Kamis (14/6/2018).

Dia mengatakan penetapan awal Ramadhan tersebut berdasarkan keyakinan yang menggunakan acuan sistem khumasi (dari bahasa Arab artinya lima/khomsatun) yang berdasarkan kitab Nazhatul Majalis, karangan Syech Abdurrohman As Shufuri As Syafi`i.

"Kitab Nazahatul Majalis yang mengajarkan tentang metode tersebut sudah dipakai sejak pondok pesantren itu berdiri yakni tahun 1826, sehingga pelaksanaanya juga sudah dilakukan selama ratusan tahun," tuturnya.

Pesantren yang berada di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk tersebut, menetapkan 1 Syawal 1439 Hijriah jatuh pada 14 Juni 2018, meskipun pemerintah belum menetapkan 1 Syawal 1439 Hijriah karena masih akan melakukan sidang isbat Kamis sore.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1439 Hijriah jatuh pada 15 Juni 2018.

"Kami berharap perbedaan tersebut tidak memicu konflik berkepanjangan di kalangan umat Islam dan kami juga menghargai umat muslim yang masih menjalankan ibadah puasa hari ini," tuturnya.

Ia juga mengimbau kepada ribuan santri dan warga yang merayakan Lebaran untuk menghormati umat muslim yang masih menjalankan ibadah puasa, sehingga merayakan Idul Fitri tersebut secara sederhana.

Pesantren yang berada di perbatasan Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso itu, beberapa kali melaksanakan puasa lebih awal, sebelum pemerintah menetapkan awal Ramadhan berdasarkan sidang isbat di Kementerian Agama.

"Meskipun penetapan awal puasa kami mendahului pemerintah dan ormas Muhammadiyah, kami sangat menghargai perbedaan yang ada dan tetap hidup rukun dengan umat muslim lainnya," ujarnya.

Kiai Haji Ali Wafa juga menjadi imam dan khatib dalam Shalat Id di lingkungan Pondok Pesantren Mahfiludluror di Kabupaten Jember tersebut, berpesan kepada umat untuk tetap menjaga silaturahim demi terciptanya kerukunan.

(ant/jon)

 

Berita Terkait

Baca Juga