Kecelakaan Kerja, Satu dari Tiga Penguji Sumur Panas Bumi di Solok Selatan Tewas

Kecelakaan Kerja Satu dari Tiga Penguji Sumur Panas Bumi di Solok Selatan Tewas Ilustrasi - Petugas melakukan pengecekan sumur KMJ-51 di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Antara Foto/ Adeng Bustomi

Covesia.com - Satu orang pekerja pada perusahaan Pembangkit Liatrik Tenaga panas bumi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat meninggal dunia saat melakukan uji sumur F.

Senior Manager Field Relations PT Supreme Energy Muaralaboh Yulnofrins Napilus, di Padang Aro, mengatakan, akibat kecelakaan kerja tersebut pihak kementerian ESDM melakukan investigasi dilokasi selama dua hari kedepan.

"Pihak kementerian ESDM melakukan investigasi untuk mengetahui apakah pelaksanaan dilapangan sudah sesuai prosedur kerja, termasuk desain dan quality chek dimulai Rabu sore," katanya.

Dia mengatakan, sumur F sudah delapan hari dilakukan uji sumur dan tidak ada apa-apa.

Pekerja yang meninggal tersebut Aris (50) bekerja pada sub kontraktor Supreme Energy Muaralaboh yaitu PT Difco yang khusus melakukan pengujian sumur.

Saat bekerja pada Selasa (12/6) sekitar pukul 09.00 Wib, korban tengah melakukan uji coba terhadap pipa uap atau gas di sumur F perusahaan itu.

"Kami tidak tahu sebabnya saat melakukan pengujian ada pipa yang terlepas dan mengenai korban beserta dua temannya," katanya.

Dua korban lainnya selamat dan menjalani perawatan intensive di RSUD setempat dan sekarang sudah diperbolehkan pulang.

Dua korban yang selamat dari peristiwa tersebut yakni Yunap Reky (33), warga Alai sako dan Hendri warga Laweh, Kecamatan Sungai Pagu.

Dia menambahkan, semua pekerja yang bekerja di PT Supreme Energy Muaralaboh sudah dilindungi jaminan sosial.

Selain itu korban juga sudah mengikuti semua prosedur yang berlaku termasuk pengaman yang digunakan. 

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga