15 Insinyur Indonesia Dikirim ke China Belajar 'Kereta Cepat'

15 Insinyur Indonesia Dikirim ke China Belajar Kereta Cepat Kereta cepat tampak terparkir di pusat perawatan di Wuhan, provinsi tengah Hubei, China pada 1 Februari 2018. AFP

Covesia.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia akan mengirim 15 insinyur pilihan ke China untuk belajar perkeretaapian cepat. 

"Kita akan kirim ke China untuk belajar semua tentang perkeretaapian cepat. Rencananya, `engineer` ini akan belajar di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan," ujar Menristekdikti Mohamad Nasir saat melakukan kunjungan kerja di PT INKA (Persero) Kota Madiun, Jawa Timur.

Menurut dia, para insinyur tersebut berasal dari sejumlah lembaga yang akan berfokus pada pengembangan kereta cepat di Tanah Air, antara lain, PT INKA (Persero), Politeknik Negeri Madiun, serta dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Kita akan data dulu. Yang dari INKA ada berapa, dari Politeknik berapa, dan dari BPPT berapa. Setelah itu baru diberangkatkan ke Chengdu," kata dia.

Ia menjelaskan, rencana tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang perkeretaapian, sebab jumlahnya masih jauh tertinggal dari kepesatan industri kereta api di dalam negeri.

Nasir menjelaskan kebutuhan SDM di bidang perkeretapian sangat besar setiap tahun Sementara, jumlah SDM perkeretaapian yang berkualitas di Indonesia masih sangat rendah.

Mendasar dari hal itu pula, Kemenristekdikti bekerja sama dengan Kementerian BUMN meresmikan program studi batu tentang teknik perkeretaapian di Politeknik Negeri Madiun (PNM) di Kota Madiun, Jawa Timur. 

Program studi tersebut juga dibuka untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang perkeretapian.

"Kami memberikan mandat kepada PNM untuk membuka program studi perkeretaapian mengingat perkembangan transportasi kereta api kian meningkat," kata Nasir.

Lulusan program studi tersebut diharapkan bisa bekerja di proyek-proyek pembangunan kereta api di Tanah Air. Seperti pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung dan proyek kereta lainnya yang menjadi program prioritas pemerintah. 

Selain itu, yang tak kalah penting, dengan peningkatan SDM di bidang perkeretaapian, diharapkan industri kereta api Tanah air semakin maju sehingga tingkat kandungan dalam negerinya 80 hingga 90 persen. 

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga