Soal Bangunan di Pulau C dan D, Anies Fokus Tegakkan Aturan

Soal Bangunan di Pulau C dan D Anies Fokus Tegakkan Aturan Foto: istimewa

Covesia.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan tindakan penyegelan pulau reklamasi di pulau C dan D difokuskan pada penegakkan aturan.

"Ada bangunan, tapi tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), apakah lantas sebagai Gubernur harus mendiamkan, yah tentunya harus ditindak," katanya di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

"Ada bangunan yang dibangun tanpa menggunakan IMB, harus ditindak. Justru menjadi keliru kalau Gubernur mendiamkannya. Saya fokusnya pada penegakan aturan. Itulah jawabannya," kata Anies.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah menutup lokasi dan menyegel 932 bangunan di dalam pulau C dan D di wilayah Jakarta Utara, Jumat.

"Pada fase ini memang disegel, nanti sesudah ada badan pelaksana reklamasi sesuai amanat Perpres Nomor 52 Tahun 1995 disusun rencana untuk wilayah pesisir dan pulau - pulau kecil," kata Anies.

Dari rencana itulah kemudian diterjemahkan dalam tata ruang yang nanti akan dibuat Perda, dari situ kemudian baru kita bicara tentang bangunannya, katanya.

"Mana wilayah menjadi zona perkantoran, mana zona perumahan, mana zona hijau, mana zona biru mana tempat untuk fasilitas sosial, fasilitas umum jalannya bentuknya bagaimana lebarnya berapa," kata Gubernur 

Semua itu harus ditentukan dulu lewat Perda Rencana Tata Ruang Zonasi, karena belum ada  sekarang dihentikan dulu, katanya.

"Insya Allah bisa tahun ini, sudah ada rancangannya kita tinggal menuntaskan aja.  Kenapa waktu itu saya cabut raperdanya, supaya kita mengajukan lagi sesuai dengam apa yang digariskan perpres dan yang digariskan perpres itu nanti di tim badan pelaksana," kata Anies.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga