Tersangka Dapen Pertamina Belum Ditahan, MAKI Gugat Jaksa Agung

Tersangka Dapen Pertamina Belum Ditahan MAKI Gugat Jaksa Agung Jaksa Agung HM Prasetyo. (dok. covesia.com)

Covesia.com- Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mempraperadilankan Jaksa Agung HM Prasetyo terkait belum ditahannya tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun (Dapen) PT Pertamina (Persero) tahun 2013-2015, Betty Halim.

“Hari ini Selasa tanggal 5 Juni 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, MAKI telah mengajukan gugatan praperadilan melawan Jaksa Agung atas berlarutnya perkara korupsi Dapen Pertamina,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dalam keterangannya kepada Covesia.com, Selasa (5/6/2018).

Menurut Boyamin, terlantarnya kasus berupa belum ditahannya Bety Halim padahal dua tersangka yang lain yakni Helmy Kamal Lubis dan Edward Soerjadjaya telah ditahan sejak disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

“Dengan gugatan ini dengan tujuan meminta Hakim untuk memerintahkan Jaksa Agung segera menuntaskan perkara korupsi Dapen Pertamina termasuk menahan Bety Halim dan melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor,” ujarnya.

Boyamin menyebut bahwa sidang biasanya akan dilakukan sejak dua minggu gugatan didaftarkan. “Karena ada cuti lebaran maka akan dimulai setelah cuti lebaran,” terang dia.

Sebelumnya dalam perkara ini, kejaksaan telah menetapkan dua tersangka, masing-masing Presiden Direktur dana pensiun PT Pertamina Helmi Kamal Lubis dan Direktur PT Oltus Holding Edward Soeryadjaya.

Helmi Kamal sendiri sudah dijatuhi hukuman 5,5 tahun dan diperintahkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp46 miliar.

Bety Halim sebagai Komisaris PT MDS, kata Boyamin, diduga merekayasa harga saham SUGI di pasar regular bursa dan menjual saham SUGI yang masih terikat perjanjian repo dan belum dibayarkan kewajibannya kepada DP Pertamina.

Bety juga diduga melakukan repo saham SUGI yang dijual ke DP Pertamina dan mengendalikan dan mengusai account nominee yang ada di PT MDS yaitu PT BIC.

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga