UNICEF: Hampir Separuh Anak-anak Afghanistan Tidak Sekolah Akibat Perang

UNICEF Hampir Separuh Anakanak Afghanistan Tidak Sekolah Akibat Perang Ilustrasi (unicef.org)

Covesia.com - Hampir separuh dari anak-anak Afghanistan tidak mengenyam pendidikan karena situasi keamanan, kemiskinan dan diskriminasi gender yang semakin memburuk, menurut laporan baru PBB pada Minggu (03/06).

Jumlah anak-anak yang putus sekolah berada di tingkat tertinggi sejak 2002 – tahun setelah penggulingan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) terhadap rezim Taliban, yang melarang anak-anak perempuan untuk bersekolah.

Anak perempuan lebih cenderung melewatkan pendidikan formal, yang jumlahnya mencapai 60 persen dari 3,7 juta anak usia tujuh sampai 17 tahun yang tidak mengenyam pendidikan.

Angka tersebut meningkat sampai 85 persen di beberapa provinsi yang terkena dampak paling buruk, menunjukkan diskriminasi berbasis gender di beberapa wilayah negara konservatif itu.

Pernikahan pada usia anak dan kekurangan sumber daya guru perempuan merupakan faktor tambahan yang semakin memperparah jumlah anak perempuan yang tidak bersekolah.

Laporan dari UNICEF juga memperkirakan bahwa sampai 300.000 anak berisiko putus sekolah sebelum akhir tahun.

Anak-anak yang paling berisiko putus sekolah tinggal di daerah pedesaan dan menghadapi masalah pemindahan, ketidakamanan dan kurangnya fasilitas sekolah.

“Ketika anak-anak tidak bersekolah, mereka berisiko besar menghadapi pelecehan, eksploitasi dan perekrutan,” ujar perwakilan UNICEF Afghanistan, Adele Khodr.

(ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga