Masyarakat Indonesia di Canberra Gelar Doa Bersama Terkait Kekejaman Aksi Terorisme

Masyarakat Indonesia di Canberra Gelar Doa Bersama Terkait Kekejaman Aksi Terorisme (Foto: Jhon Rico/ Covesia)

Covesia.comĀ - Mendengar serangan terorisme berturut-turut di tanah air, elemen masyarakat Indonesia di Canberra Canberra, Australia yang terdiri dari mahasiswa/i, kelompok lintas iman dan asosiasi masyarakat Indonesia berkumpul dalam aksi keprihatinan dan doa bersama di tepi danau Burley Griffin.

Mereka dipersatukan oleh kesedihan yang sama, oleh satu kemuakan yang sama terhadap aksi terorisme. Acara yang dihadiri oleh sekitar 105 warga Indonesia memperlihatkan semangat bahwa Indonesia tidak takut dan tidak gentar. Masyarakat Indonesia harus bersatu melawan terorisme.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Covesia.com di Jakarta, Kamis (17/5/2018), Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia, Australian Capital Territory (PPIA ACT), Welhelmus Poek menyatakan, sebagian masyarakat Indonesia yang berada di Canberra menyatakan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas jatuhya korban jiwa dalam peristiwa teror tersebut.

"Mengutuk keras aksi teror sebagai ancaman terhadap kehidupan berbangsa, kedaulatan negara dan demokrasi, serta mengecam keras atas instrumentalisasi tubuh perempuan dan anak sebagai bom bunuh diri, apalagi dengan alasan pemberdayaan karena jelas melanggar hak hidup perempuan dan anak-anak," kata dia.

Mereka pun mendukung dan mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam melawan terorisme dan radikalisme. "Menyerukan seluruh masyarakat dari berbagai golongan untuk tidak terprovokasi, melawan radikalisasi, ikut menjaga persatuan dan mempererat ikatan antar kelompok, agama, suku, ras demi kedamaian hidup bermasyarakat," tuturnya.

Adapaun masyarakat Indonesia di Australia yang menyatakan sikap tersebut yakni PPIA ACT, PPIA ANU, PPIA UC, Kagama Canberra, PPIA Australia, PMKIC Horas Canberra, Indonesia Synergy, Komunitas Muslim Canberra, ICC, AIFA, PIES (Partnership in Islamic Education Scholarship) Canberra dan Perkumpulan Flobamora (Flores Sumba Alor dan Timor).

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga