Presiden Ingin Koopssusgab Terlibat Penanggulangan Teroris, Ini Kata Pengamat Militer

Presiden Ingin Koopssusgab Terlibat Penanggulangan Teroris Ini Kata Pengamat Militer Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudy Setiawan mengimbau warga untuk menjauh dari sekitar lokasi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Antara Foto Moch Asim

Covesia.com - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan bahwa keinginan Presiden Joko Widodo untuk menghidupkan kembali satuan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme, sudah tepat.

“Keinginan Presiden untuk menghidupkan kembali Koopssusgab TNI sudah tepat sesuai amanat UU Pertahanan Negara dan UU TNI. Yang perlu diatur sekarang adalah Perpres untuk menugaskan Koopssusgab TNI sebagai salah satu kebijakan Presiden untuk mensinergikan dengan Detasemen 88 Polri,” kata Susaningtyas saat dihubungi Covesia.com, Senin, (14/5/2018).

Menurutnya, Koopssusgab hanya dibentuk sesuai kebutuhan tugas bukan satuan permanen. Tugasnya untuk mencapai misi tertentu dalam jangka waktu tertentu, seperti anti teror.

"Jadi kalau rencana Koopssusgab itu sampai sekarang masih tetap operasional. Komando Pasukan Khusus dan Komando Satuan Khusus sampai sekarang di bawah pembinaan masing-masing angkatan karena tugas pokok dan fungsinya adalah pelengkap pasukan regular,” ujar dia.

Ia menyebut bahwa kemampuan anti teror setiap angkatan juga berbeda. Kopassus dilatih anti teror di darat sebagai salah satu dari 4 kemampuan dasar yang harus dimiliki. Satuan Penanggulangan Teror Kopassus merupakan detasemen tersendiri.

Sedangkan Kopaska dan Taifib, kata wanita yang biasa disapa Nuning, dilatih anti teror di laut sebagai salah satu dari 11 kemampuan dasar yang harus dikuasai.

“Pasukan khusus anti teror di laut merupakan gabungan prajurit Kopaska dan Taifib dalam satuan Detasemen Jala Mengkara. Demikian juga Korpaskhas, memiliki Detasemen Bravo untuk anti teror dan pembebasan sandera di bandara,” jelas Nuning.

Jadi, menurut Nuning, keinginan Presiden untuk menghidupkan kembali Koopssusgab TNI sudah tepat sesuai amanat UU Pertahanan Negara dan UU TNI.

Sebelumnya, Presiden Jokowi tertarik melibatkan tim pasukan khusus TNI, Satuan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) dalam penanggulangan terorisme. Hal itu dikemukakan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Jumat, (11/5).

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga