IJTI Minta Wartawan Tidak Mengeksploitasi Visual Berdarah Korban Bom

IJTI Minta Wartawan Tidak Mengeksploitasi Visual Berdarah Korban Bom Ilustrasi Korban Bom (antara)

Covesia.com - Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Kalimantan Selatan Budi Ismanto meminta rekan wartawan khususnya jurnalis TV agar tidak mengeksploitasi visual berdarah korban tragedi bom di layar kaca.

"Menyikapi peristiwa pengeboman di Gereja di Surabaya, kami meminta seluruh jurnalis TV berpegang teguh pada kode etik dan P3SPS dalam meliput peristiwa teror bom," kata Budi di Banjarmasin, Minggu.

Dia pun menyerukan agar wartawan bisa memverifikasi dan mengkonfirmasi setiap informasi terkait teror bom secara benar sebelum dipublikasi.

Kemudian juga agar tidak ikut menyebarkan gambar atau video korban teror bom di media sosial atau aplikasi percakapan.

Selain menggali persoalan teror yang sebenarnya, kata Budi, jurnalis harus mendorong dan mendukung aparat kepolisian menangani kasus ini secara menyeluruh dan tuntas.

"Rekan-rekan jurnalis harus ikut serta menjaga stabilitas nasional, dengan terus menumbuhkan harapan serta tidak menimbulkan ketakutan di masyarakat," jelasnya.

Untuk itu, dia juga meminta rekan wartawan tidak menggunakan narasumber yang bisa memperkeruh situasi.

"Pada prinsipnya IJTI mengutuk keras tindakan biadab pelaku pengeboman. Terorisme adalah kejahatan luar biasa dan tidak dibenarkan oleh agama manapun," tandasnya. 

(ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga