Kemenkop UKM Gagal Paham Membangun Konstruksi Pemberdayaan Koperasi Secara Makro

Kemenkop UKM Gagal Paham Membangun Konstruksi Pemberdayaan Koperasi Secara Makro (Foto: Firman )

Covesia.com - Untuk mengembalikan koperasi sebagai sebuah system rancang bangun perusahaaan yang mampu menjembatani kesenjangan dan kemiskinan sebagaimana yang dicita citakan, perlu adanya kesehapahan dari setiap pihak untuk saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. Setengah dari pekerjaan tersebut di mulai dari membangun Human Resource Development.

Semua pihak memiliki kewajiban untuk bekerja secara profesional dengan terus bermetamorfosa setiap waktunya, diantara pihak yang harus ikut bertanggung jawab dalam hal ini adalah pemerintah khususnya Kementerian Koperasi dan UKM dalam Upaya membangun SDM koperasi yang lebih mumpuni dan professional.

Secara garis besar Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2018 akan Melaksanakan Program prioritas utamanya pada reformasi total Koperasi melalui Pengembangan Kewirausahaan, Dengan fokus kegiatannya, Pelatihan atau Bimbingan Teknis bagi para wirausaha pemula dan Fasilitasi Permodalan bagi para Wirausaha Pemula sebagaimana disampaikan oleh mantan Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM agus muharram pada april lalu

Menyoroti hal tersebut Koordinator Gerakan Koperasi Pemuda dan Mahasiswa Sumatera barat mengatakan “pemerintah sekarang khususnya Kementerian Koperasi dan UKM gagal paham dalam upanya membangun konstruksi pola pemberdayaan Koperasi secara makro, bagaimana tidak koperasi sebagaimana UU nomor 25 tahun 1992 dengan tegas mengatakan bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi, disisi lain kementerian koperasi pada program kegiatannya lebih fokus pada pembinaan dan pengembangan Wirausaha, ini gagal ideologis” tandas firman dalam rilis yang diterima covesia, Minggu (13/5).

Lebih lanjut kata firman “Kementerian Koperasi dan UKM sadar atau tidak telah tendensius dalam membangun kapitalis- kapitalis kecil persorangan yang jauh dari kata kekeluargaan (orang-orang) sebagaimana koperasi didefinisikan dan dicitacitakan, itupun kalau prakteknya benar”  

“saya melihat perhatian pemerintah kepada koperasi saat ini sangat kurang khususnya pada anak muda koperasi, seharusnya upaya rebranding koperasi itu dimulai dari membangun iklim dan SDM koperasi anak muda sebagai aset dimasa depan sesuai dengan eranya yaitu era millennial yang kental dengan kata kolaborasi”

“saya mengajak teman teman pemuda koperasi dan mahasiswa untuk lebih kreatif dalam ruang diskusi dan prktek untuk terus mengeksplor kreatifitas untuk terus berkarya sekaligus memberikan autokritik bagi pemerintah selaku pemangku kebijakan sebagai bakti kepada bangsa dan Negara, atas nama Gerakan Koperasi Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Barat”.

(rilis)

Berita Terkait

Baca Juga