Komisi IX DPR RI Minta BPOM Perketat Pengawasan Produk Makanan Jelang Ramadhan

Komisi IX DPR RI Minta BPOM Perketat Pengawasan Produk Makanan Jelang Ramadhan BPOM saat menyisiri pedagang bahan cendol di kawasan Pasar Raya, Padang, Sumatera Barat (Foto covesia/Primadoni)

Covesia.com - Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, 1439 Hijriyah, Komisi IX Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kependudukan, Kesehatan DPR RI meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meningkatan pengawasan terhadap peredaran produk makanan.

Hai itu dikatakan anggota Komisi IX DPR RI, M Iqbal yang menyebutkan peningkatan pengawasan tersebut bertujuan agar makanan yang dikonsumsi masyarakat saat bulan suci tidak kadarluwarsa dan memenuhi syarat kesehatan.

"Pengawasan harus diperketat, baik di tingkat pasar perkotaan maupun tradisional, jika makanan yang dikonsumsi tidak sesuai standar, ditakutkan akan menggangu kesehatan masyarakat," ujarnya kepada Covesia.com, Jumat (11/05/2018).

Tidak hanya makanan sudah habis batas konsumsi, BPOM juga dituntut untuk  memastikan produk yang dijual di pasaran  tidak mengandung bahan berbahaya.

"Kita berharap pengawasan dilakukan seketat mungkin, jangan sampai ada celah pelanggaran, jika ditemukan langsung amankan," lanjutnya.

Untuk itu, M Iqbal berharap BPOM bisa kerjasama dengan pemerintah kota atau daerah, dalam melakukan pengawasan.

Tidak hanya itu, lanjut politisi Parta Persatuan Pembangunan, masyarakat juga harus cerdas dan teliti saat membeli produk di pasaran, lakukan pengecekan tanggal kadarluwarsa serta serta jenis  zat yang terkandung di dalam makanan.

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan, (Dinkes) Agam, Indra Rusli mengatakan, untuk  mengantisipasi peredaran barang kadarluawarsa dan mengandung bahan berbahaya tersebut, pihaknya telah menurunkan tim untuk pengawasan di beberapa pasar tradisional di kabupaten Agam. Pemantauan tersebut nantinya juga akan di lakukan saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

"Itu sudah menjadi agenda rutin kita,  bekerjasama dengan Disperindagkop UKM dan pihak kepolisian," tutupnya.

(joh)

Berita Terkait

Baca Juga