PKS: Peresmian Kedubes AS di Yerusalem Babak Baru Kezaliman Israel

PKS Peresmian Kedubes AS di Yerusalem Babak Baru Kezaliman Israel Ilustrasi (antara)

Covesia.com - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menilai sikap Presiden AS Donald Trump yang tetap akan meresmikan kedutaan besar negaranya di Yerusalem, menjadi babak baru kezaliman Israel yang disokong AS terhadap rakyat Palestina. 

"Fraksi PKS protes keras sejak Presiden Trump deklarasi sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan keinginannya memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv akhir Desember 2017," kata Jazuli di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan protes keras tersebut juga dilakukan ketika tersiar kabar bahwa AS benar-benar akan meresmikan kedubesnya di Yerusalem pada 14 Mei dan Fraksi PKS melayangkan protes resmi dengan mendatangi Kedubes AS.

Israel memindahkan ibu kota dari Tel Aviv ke Yerusalem yang selama ini merupakan ibu kota Palestina. Keputusan itu didukung oleh AS dan memutuskan memindahkan pula kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Menurut dia, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia mendukung perjuangan rakyat Palestina lepas dari kezaliman penjajahan Israel.

Jazuli yang juga anggota Komisi I DPR RI juga mengatakan bahwa peresmian Kedubes AS di Yerusalem adalah bentuk arogansi sekaligus penghinaan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas puluhan resolusi yang menegaskan bahwa Yerusalem bukan milik Israel dan membatalkan klaim sepihak Israel. 

Sebelumnya, Sekretaris FPKS Sukamta yang memimpin delegasi FPKS mendatangi Kedubes AS di Jakarta pada Rabu (9/5), mengkhawatirkan peresmian Kedubes AS di Yerusalem memicu babak baru konflik di Palestina dan bahkan bisa meluas di Timur Tengah.

Dia menilai Palestina merupakan salah satu tanah suci umat Islam. Negara-negara Timur Tengah dan juga negara-negara Islam akan selalu menempatkan Palestina sebagai perhatian utama dalam kebijakan luar negeri.

"Sikap AS yang keras kepala ini akan merusak hubungannya dengan dunia Islam. AS akan menanggung rasa marah umat Islam se-dunia," katanya.

Dia meminta AS untuk membatalkan rencana peresmian kedubes di Yerusalem karena peresmian itu merupakan langkah yang memperlihatkan wajah AS sebagai negara yang tidak taat aturan internasional.

Menurut dia, Presiden Trump akan melanggar puluhan resolusi tentang Yerusalem diantaranya 15 resolusi DK PBB, 7 resolusi Majelis Umum PBB, dan 6 resolusi UNESCO.

Fraksi PKS berharap Dubes AS untuk Indonesia Joseph R Donovan menyampaikan protes mereka ke Presiden Trump. 

Jika AS memaksakan kehendaknya, Dubes AS akan melihat setiap hari akan ada demonstrasi di seluruh daerah di Indonesia dan di kantor Kedubes AS, ujarnya.

Dia juga meminta Pemerintah RI mengeluarkan nota protes kepada Pemerintah AS terkait rencana peresmian Kedubes di Yerusalem.

(ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga