Sang Ibu Menangis Dengar Kabar Abu Ibrahim Tewas di Rutan Mako Brimob

Sang Ibu Menangis Dengar Kabar Abu Ibrahim Tewas di Rutan Mako Brimob Yuliati, (55) Ibu dari Abu Ibrahim alias Beny Syamsu terpidana teroris yang tewas di Rutan Mako Brimob Depok. (Johan Utoyo/ Covesia.com)

Covesia.com- Isak tangis Yuliati, (55) tak terbendung kala mendengar kabar anak sulungnya, Abu Ibrahim alias Beny Syamsu tewas dihantam peluru personil Kepolisian saat Konflik yang berlangsung di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Rabu, (9/5/2018) dini hari.

"Kemaren saya mendapat kabar dari kampung, Beny sudah meninggal dunia, karena melawan petugas bersama tahanan yang lain, saya tidak menyangka kalau ia berani berbuat nekat seperti itu, "ujarnya sambil menyeka air mata, saat ditemui Covesia.com, Kamis (10/5/2018).

Ia mengaku masih tak percaya Beny berani melakukan hal senekat itu, sehingga mengakibatkan dirinya tewas.

Menurutnya, Beny merupakan anak tertuanya yang turut bekerja membantu meringankan beban keluarganya. Bermodalkan keahlian dibidang listrik dibangku sekolah, membuatnya mendapat banyak tawaran untuk pemasangan instasi listrik.

"Jika tidak ada panggilan pemasangan instalasi, Beny berjualan buah atau gorengan, yang penting halal pasti dikerjakannya, "ujar Yuliati.

Sebelumnya, sepupu Abu Ibrahim Hendri mengatakan, setelah menghubungi pihak keluarga di Pekanbaru, Riau, atas izin masyarakat sekitar, rencananya jenazah Abu Ibrahim akan dimakamkan di Pekanbaru.

"Awalnya direncanakan jenazah dimakamkan di Gasan. Namun masyarakat setempat menolak dengan alasan yang juga bisa diterima," ungkap Hendri.

(han/jon)

Berita Terkait

Baca Juga