Soal Waria, Pemprov Sumbar Diminta Kembangkan Ruang Sektor Ekonomi

Soal Waria Pemprov Sumbar Diminta Kembangkan Ruang Sektor Ekonomi Ilustrasi - Pixabay

Covesia.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diminta membuka ruang sektor ekonomi bagi kaum Waria. Ini bertujuan agar mereka tak lagi mencari penghasilan di jalan.

"Pada kasus Waria, saya kira, Pemda perlu untuk membuka ruang bagi mereka untuk dapat berperan dalam sektor ekonomi. Sehingga, keberadaan mereka tidak menonjol di jalan-jalan," kata Ketua Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) Odi Shalahuddin dalam keteranganya kepada Covesia.com, Kamis (26/4/2018).

Menurut Odi, kecenderungan yang menjadi persoalan adalah hadirnya para waria yang berkegiatan di jalan-jalan, untuk mencari uang guna mempertahankan kehidupannya. 

"Pada sisi ini, saya melihat memang ada kecenderungan "kelainan" hal mana sosok perempuan "terjebak" dalam tubuh lelaki," pungkasnya.

Odi menjelaskan, ruang tersebut bisa berupa tempat pelatihan atau tempat mereka untuk bekerja. 

"Selama ini kegiatan yang dikembangkan hampir serupa salon. Tapi bagaimana juga mengembangkan pada sektor-sektor real lainnya," terang dia.

Selain itu, kata Odi, Pemerintah Daerah juga perlu untuk memberikan perlindungan kepada mereka, agar tidak menjadi korban persekusi dari kelompok masyarakat lain.

Seperti diketahui, hasil penelitian studi pemetaan prilaku LGBT di Sumbar menunjukkan Lelaki Suka Lelaki (LSL) dan jumlah waria  mencapai 2.501 orang. 

Parahnya pelanggan waria justru mencapai 9.024 orang. Ini merupakan jumlah estimasi LGBT di tahun 2018.

Data dari Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) Sumbar tersebut bisa menjadi acuan begitu parahnya kondisi mental anak muda saat ini, terlebih lagi saat sekarang tren penyebaran HIV/AIDS tidak menggunakan jarum suntik tetapi melalui perilaku menyimpang LSL dan waria.

(jon/rdk)

Baca: Fenomena LGBT Sasar Remaja di Sumbar, SAMIN: Keterbukaan Anak Sangat Dibutuhkan

Baca: Dibandingkan Sanksi, Pendekatan Persuasif Dinilai Jauh Lebih Tepat Berantas LGBT

Berita Terkait

Baca Juga