Rusia Sebut Anak Korban Senjata Kimia di Suriah Berpura-pura

Rusia Sebut Anak Korban Senjata Kimia di Suriah Berpurapura Ilustrasi (mirror)

Covesia.com - Rusia akan melakukan pemeriksaan sebuah wawancara dengan seorang anak di PBB yang Rusia sebut berpura-pura sebagai korban senjata kimia di Suriah, Kamis (19/04).

Moskow mengatakan, video itu mendukung tuduhannya bahwa dugaan serangan kimia di Kota Douma, Suriah adalah palsu.

Televisi pemerintah Rusia pada Rabu, menyiarkan percakapan dengan anak itu, yang diidentifikasi sebagai anak Suriah berusia 11 tahun yang bernama Hassan Diab.

Rusia mengatakan anak tersebut diminta berpura-pura oleh organisasi pertahanan sipil White Helmets.

"Kami sudah memiliki versi terjemahan dari laporan ini," kata duta besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia dalam saluran negara Rossiya 1 pada Kamis.

"Kami mendistribusikan laporan ini ke negara-negara anggota (Dewan Keamanan PBB) dan wartawan, dan pada pertemuan Dewan Keamanan berikutnya kita akan menemukan cara untuk memeriksanya."

AFP tidak dapat memverifikasi kebenaran klaim itu secara independen.

Negara-negara Barat menuduh rezim Presiden Suriah Bashar al Assad, menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil di Kota Douma, Suriah pada 7 April.

Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris melakukan serangan udara terhadap apa yang mereka anggap sebagai instalasi senjata kimia Assad dalam menanggapi serangan kimia tersebut.

(ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga