Kasus Kehilangan NIK KTP-e dan Berpindah ke Pihak Anonim Terjadi di Padang

Kasus Kehilangan NIK KTPe dan Berpindah ke Pihak Anonim Terjadi di Padang Foto: Ilustrasi - Dok. Covesia

Covesia.com – Data Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik seorang warga Simpang Haru, Jalan Kampung Baru Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang  Timur, Padang, atas nama Sukri, hilang dari daftar nama Kartu Keluarga (KK). Hilangnya data yang bersangkutan diketahui sejak Juni 2017.

Seorang saudaranya, Nuri Eka Suriani mengatakan data Sukri hilang dari KK diketahui sejak dia mengurus pengubahan KK baru di Dukcapil Padang pada 14 Juni 2017. 

“Saya akan mengurus pengubahan nama ayah dan mengeluarkan keanggotaan saya dari KK orang tua karena sudah memiliki KK sendiri,” ungkap Nuri kepada Covesia.com, Rabu (18/4/2018).

Dia mengatakan, ketika mendapat draft KK, diketahui data Sukri, adiknya, hilang dari KK orang tua. Padahal, katanya, Sukri masih berstatus lajang, belum memiliki KK sendiri. Dia tidak mendapat penjelasan rinci terkait hilangnya data tersebut.

“Petugas cuma membubuhkan kode ‘Data Hilang’ di draft KK. Mungkin untuk diproses kembali,” ujarnya. 

Karena dalam keadaan hamil, kasus tersebut dibiarkan sampai tujuh bulan kemudian. 

Nuri mengungkapkan, saat ini adiknya, Sukri, sedang bertugas sebagai prajurit TNI aktif di Papua. Sementara, Sukri mengetahui jika NIK di KTP-nya tidak lagi aktif, ketika dia meregistrasi nomor kartu sim selular menggunakan NIK dan nomor KK. 

“Beberapa kali mencoba, Sukri tidak berhasil meregistrasi kartu sim, lalu memberi tahu kepada saya,” kata Nuri.

Sukri lalu mencoba mengecek status NIK miliknya ke Dinas Dukcapil Papua pada 8 Januari 2018. Kepada petugas, Sukri menunjukkan KTP miliknya.

Setelah di cek, lanjut Nuri, Sukri mendapat informasi dari pegawai Dukcapil Papua jika data KTP miliknya berubah kepada orang lain atas nama William Christianto dengan alamat rumah di Jl Pasar Batipuh No 56, RT 003 RW 002, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang Sumbar.  

“Alamat rumah, kelurahan dan kecamatan atas nama William Crhistianto jelas berbeda dengan Sukri, namun NIK dan tanggal lahir sama dengan Sukri,” sebut Nuri.

Dia menambahkan, orang atas nama Wiliam tersebut juga sudah memiliki Kartu Keluarga sendiri, yang hanya beranggotakan satu orang, dirinya saja.

Sementara itu, yang cukup mengejutkan, kata Nuri, dari keterangan Sukri, terungkap jika foto atas nama William itu adalah foto dirinya. 

“Sukri mengetahui itu dari keterangan pegawai Dukcapil Papua, yang menunjukkan langsung kepada Sukri,” ungkapnya. 

Mengetahui ini, Nuri kembali ke Dinas Dukcapil Padang untuk melaporkan persoalan tersebut. Namun dia tetap mendapat jawaban, jika yang bersangkutan, Sukri, harus melakukan cek iris mata dan sidik jari. 

Baca: Jawaban Disdukcapil Padang Terkait Berpindahnya NIK ke 'Pihak Anonim'

Mencari Identitas William Christianto

Sesuai dengan alamat yang tertera dalam draft KK milik William Christianto, Covesia.com mencoba menelusuri alamat tersebut. Wartawan Covesia.com, M Fadil MZ, mendatangi ketua RT 003 RW 002, Rudi Darwis, untuk mengonfirmasi keberadaan warganya yang bernama William Christianto. 

Saat dijumpai, Rabu (18/4/2018) pagi, Rudi Darwis mengatakan bahwa dia tidak mengetahui keberadaan warga dengan nama William Christianto. 

"Ya, saya tidak tahu nama tersebut. Memang dalam waktu dekat ada warga yang akan melapor tetapi bukan atas nama William,” katanya.

Rudi lalu mengajak wartawan Covesia.com untuk mendatangi alamat rumah tersebut. Alhasil, di rumah dengan alamat Pasar Batipuh nomor 56, tidak dijumpai warga yang bernama William Christianto.  

Pengakuan pemilik rumah nomor 56 yang tidak ingin disebut namanya menyatakan, tidak memiliki anak bernama William Christianto kelahiran tahun 1991, apalagi memiliki KK sendiri.

Sementara itu, seorang warga setempat yang akrab dipanggil Ko menyebutkan, tidak ada nama William di alamat tersebut. 

"Kalau tidak salah pemilik rumah nomor 56 mempunyai seorang putra bernama Donal Shopian, bukan William, namun begitu saya tidak mengetahui sepenuhnya," ucapnya.

Disdukcapil Masih Periksa Kasus

Kasus bertukarnya data KTP elektronik milik Sukri kepada William sampai saat ini masih diperiksa oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Padang. Menurut Kepala Disdukcapil Padang Wedistar, kasus ini bisa jadi karena kesalahan sistem maupun kesalahan teknis operator, atau ada oknum yang dengan sengaja mengubah data KTP milik Sukri.

“Kita cek dulu apa permasalahannya, apakah kesalahan sistem atau manusia,” katanya kepada Covesia.com, Rabu (18/4/2018).

Dia mengatakan, pihaknya akan menelusuri lebih dulu riwayat perubahan NIK ke atas nama William Christianto tersebut. 

Jika kasus ini kesalahan sistem, katanya, data atas nama Sukri dapat kembali dipulihkan. Tetapi sebelumnya yang besangkutan harus melakukan uji sidik jari dan iris mata terlebih dahulu. 

Cek sidik jari dan iris mata dapat dilalukan di Dinas Dukcapil terdekat dengan lokasi bersangkutan.

Namun, jika ada oknum yang melakukan pengubahan data, maka tindakan tersebut ilegal dan bisa terancam sanksi pidana. 

“Jika terbukti ada oknum yang melakukan tindakan ilegal, maka akan mendapat sanksi pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp70 juta,” tegasnya. 

(don/dil/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga