Ribuan Warga Suriah Demo Tentang Serangan Barat

Ribuan Warga Suriah Demo Tentang Serangan Barat Ilustrasi

Covesia.com - Ribuan warga Suriah berkumpul pada Senin (16/04) waktu setempat di Damaskus untuk menentang serangan Barat di negara itu dan untuk merayakan rezim Suriah karena dapat merebut kembali bekas benteng pemberontak di luar ibu kota.

Amerika Serikat, Prancis dan Inggris pada Sabtu pagi menargetkan apa yang mereka anggap sebagai lokasi senjata kimia setelah serangan beracun yang diduga terjadi di Ghouta Timur pada 7 April.

Pada Sabtu, pasukan Presiden Bashar al Assad mengumumkan telah merebut kembali seluruh wilayah timur Damaskus dari pemberontak setelah hampir dua bulan berlangsungnya serangan militer.

Pada Senin, warga Suriah berkumpul di alun-alun terbesar ibu kota -- Alun-alun Umayyad -- menjelang hari peringatan penarikan pasukan Prancis dari negara itu pada 1946.

Sehari sebelum libur nasional, sekolah-sekolah ambil bagian dalam demonstrasi, tempat beberapa peserta mengangkat bendera nasional Suriah dan potret Assad.

"Tuhan, Suriah, dan Bashar - tidak lebih," teriak para demonstran.

Alun-alun ditutup untuk lalu lintas, dan dihiasi dengan gambar Assad dalam seragam militer dan kacamata hitam, serta ayahnya sekaligus pendahulunya Hafez.

(ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga