BCA Pangkas Biaya Admin Hingga Rp194 Miliar dengan GPN

BCA Pangkas Biaya Admin Hingga Rp194 Miliar dengan GPN Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - PT Bank Central Asia Tbk berpeluang memangkas biaya administrasi bulanan seluruh kartu debit/ATM hingga Rp194 miliar per tahun yang biasanya dibebankan kepada nasabah, setelah perseroan menggunakan kartu debet Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Direktur BCA Santoso, dalam peluncuran Kartu paspor GPN BCA di Jakarta, Senin (16/4/2018), membenarkan bahwa angka Rp194 miliar tersebut berdasarkan pemotongan biaya administrasi Rp1.000 per bulan di setiap kartu debit/ATM edisi GPN.

Saat ini, kata Santoso, jumlah kartu debit/ATM BCA sebanyak 16,2 juta keping. Dengan penurunan biaya adminitrasi Rp1000 setiap keping, maka seluruh pemegang kartu debet/ATM BCA dapat menghemat biaya adminitrasi Rp16,2 miliar per bulan atau Rp194,4 miliar per tahun.

"Betul (seperti itu)," ujar Santoso.

Namun penghematan tersebut baru angka kisaran potensi dengan catatan seluruh nasabah BCA yang sebanyak 16,2 juta pemegang kartu debet/ATM itu beralih menggunakan kartu debet GPN.

Adapun penurunan biaya adminsitrasi itu karena konsep GPN yang lintas jaringan, dan diproses di domestik. Dengan demikian, segala tahapan transaksi, dari pengalihan (routing) hingga penyelesaian (settlement) dilakukan oleh perusahaan "switching" dalam negeri sehingga tidak perlu membayar komisi ke prinsipal asing.

BCA menurunkan Rp1000 untuk seluruh biaya adminsitrasi di setiap edisi kartu. Sedangkan bank raksasa lainnya, PT. Bank Mandiri Persero Tbk, menurunkan tarif adminsitrasi dari rentang Rp500-Rp1000 di setiap kartu.

Keuntungan lain, selain penurunan tarif adminsitrasi adalah peningkatan keamanan.

Santoso mengatakan kartu debet Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dikeluarkan perseroan sudah termigrasi dengan teknologi chip, alias tidak lagi menggunakan teknologi pita magnetik yang rentan penyadapan (skimming). Hal ini berbeda dengan beberapa bank yang masih menerbitkan kartu GPN dengan pita magnetik sesuai nominal saldo nasabah.

Penggunaan teknologi chip merupakan salah satu cara untuk mencegah tindakan "skimming" pada kartu debet. "Skimming" atau penyadapan data nasabah untuk mencuri dana nasabah, merupakan kejahatan paling masif yang menyasar kelemahan kartu debet/ATM terutama yang masih menggunakan pita magnetik.

"Yang paling kita `concern` dengan GPN ini adalah keamanan," ujar Santoso.

Keunggulan lainnya, kata Santoso, nasabah akan lebih efisien karena terjadi pertukaran pemanfaatan sarana infrastruktur sistem pembayaran, seperti mesin Anjungan Tunai Mandiri dan juga mesin Perekam Data Elektronik (EDC).

Dengan begitu, nasabah BCA jika ingin bertransaksi di sebuah toko (merchant) bisa menggunakan mesin EDC bank lain yang juga peserta GPN, dengan kesepakatan tarif yang lebih murah. Nasabah juga dapat menggunakan kartu debet GPN BCA untuk menarik tunai di ATM bank lain.

"Keunggulannya dengan GPN ini lebih nyaman karena terkoneksi, nanti tidak perlu lagi harus ATM BCA, ATM bank lain bisa, EDC bank lain bisa. Skema tarif akan mulai diatur kenbali," ujar Santoso.

Kartu debet GPN BCA, di tahap awal, baru akan tersedia di kantor cabang BCA Jabodetabek mulai 16 April 2018. Nasabah dapat mengganti kartu lamanya dengan kartu paspor BCA GPN atau membuka rekening baru untuk mendapat kartu paspor BCA GPN. Jika nasabah ingin mengganti kartu lama dengan kartu debet GPN, BCA tidak mengenakan biaya.

Untuk tahun ini, BCA menargetkan untuk menerbitkan kartu debet GPN hingga dua juta kartu sepanjang 2018 ini.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga