Palestina Jadi Agenda Penting dalam KTT Ke-29 Liga Arab

Palestina Jadi Agenda Penting dalam KTT Ke29 Liga Arab Warga Palestina mengibarkan bendera nasional mereka di lokasi unjuk rasa di perbatasan Israel-Gaza di sebelah timur Jabalia, 10 April 2018. (Mohammed Abed/ AFP)

Covesia.com - Konferensi Tingkat Tinggi ke-29 Liga Arab yang akan berlangsung di gedung King Abdulaziz International Cultural Center, Dhahran, Dammam, Arab Saudi, Minggu (15/4), mengagendakan sejumlah isu penting, termasuk masalah Palestina, demikian sumber Pemerintah Arab Saudi dan media negara itu. 

"Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Insya Allah, termasuk di antara para pemimpin Arab yang hadir pada KTT ini," kata seorang pejabat Kementerian Budaya dan Informasi Arab Saudi kepada Antara di Hotel Mercure, Dammam, yang menjadi salah satu lokasi media center KTT ini, Jumat malam.

Pejabat yang tidak hendak dituliskan namanya itu mengatakan Presiden Mahmoud Abbas bahkan akan menyampaikan pidatonya pada KTT ke-29 Liga Arab yang mengagendakan masalah Palestina dan situasi di negeri yang masih dijajah Israel itu sebagai salah satu isu terpenting pertemuan tersebut. 

Arab Saudi, katanya, menegaskan dukungannya pada kemerdekaan Palestina dengan Al Quds Al Sharif sebagai ibu kota negara Palestina yang merdeka.

Mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir dalam pidatonya pada sesi pembukaan pertemuan tingkat pejabat negara-negara anggota Liga Arab, Kamis (12/4), dia mengatakan sejumlah isu lain yang akan dibahas KTT ke-29 di Dhahran, Dammam, itu adalah apa yang disebutnya "campur tangan Iran dalam masalah domestik negara-negara Arab" dan "serangan misil Houthi" ke sejumlah kota penting Arab Saudi, termasuk Riyadh dan Makkah.

"Kami punya bukti otentik tentang keterlibatan Iran terkait misil yang ditembakkan pihak Houthi ini. Arab Saudi tidak menipu dunia soal ini," kata pejabat Kementerian Budaya dan Informasi Arab Saudi itu.

Sebelumnya, Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir seperti dikutip Suratkabar Arab News (13/4) menegaskan serangan 117 misil milisi Houthi ke sejumlah kota di Arab Saudi merupakan tantangan terpenting Dunia Arab dimana aksi tersebut telah mendestabilisasi keamanan dan stabilitas Yaman. 

Terkait krisis Yaman ini, Al-Jubeir mengatakan negaranya mendanai program-program kemanusiaan dan pembangunan, serta Bank Sentral Yaman senilai lebih dari 10 miliar dolar dalam lebih dari tiga tahun terakhir. 

Sementara itu, Sekjen Liga Arab Aboul Gheit menekankan pentingnya integrasi ekonomi serta kerja sama ekonomi dan sosial antarnegara Arab. Dia pun mengingatkan tentang dampak perjuangan di kawasan terhadap perdagangan intra-regional antara negara-negara Arab dan penyediaan lapangan kerja di tengah ancaman terorisme. 

Aboul Gheit juga menggarisbawahi pentingnya upaya-upaya membangun proyek-proyek ekonomi besar yang tengah dilakukan banyak negara Arab karena itu membuka akses bagi mereka pada revolusi industri 4.0. Dampak perubahan iklim yang dapat mendorong berkurangnya sumber air hingga 20 persen pada 2030, menurutnya, perlu diantisipasi negara-negara Arab dalam KTT ke-29 Liga Arab ini. 

Menurut dia, perhatian terhadap dampak perubahan iklim tersebut tenting karena sekitar 40 persen penduduk di kawasan Arab hidup di daerah-daerah yang mengalami kelangkaan air. 

KTT ke-29 Liga Arab yang berlangsung di Dammam, salah satu kota pelabuhan dan industri minyak dan gas penting Arab Saudi, diliput oleh setidaknya 550 orang wartawan dari Arab Saudi dan mancanegara.

Liga Arab yang didirikan di Kairo pada 1945 oleh Mesir, Arab Saudi, Irak, Lebanon, Suriah, Yordania, dan Yaman itu kini beranggotakan 22 negara. 15 negara anggota lainnya adalah Libya, Sudan, Maroko, Tunisia, Kuwait, Al Jazair, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Oman, Mauritania, Somalia, Palestina, Djibaouti, dan Komoro.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga