Rocky Gerung Dilaporkan Polisi, SETARA Institute: Kebebasan Berpendapat Dipasung

Rocky Gerung Dilaporkan Polisi SETARA Institute Kebebasan Berpendapat Dipasung Rocky Gerung. (istimewa)

Covesia.com- Ketua SETARA Institute Hendardi menganggap bahwa pelaporan Rocky Gerung ke Polda Metro Jaya bisa memasung kebebasan dan Hak Asasi Manusia (HAM).

"Kasus Rocky dan juga Ade Armando, adalah contoh nyata terbaru bagaimana kebebasan berpendapat dipasung dan bisa dikriminalisasi," kata Hendardi dalam keteranganya, Kamis (12/4/2018).

Menurut Hendardi, apa yang dikatakan Rocky tentang diksi fiksi adalah bagian dari pengetahuan ilmiah yang bisa diuji secara logis dalam ilmu logika.

Sebagai pengetahuan, tambah dia, maka Rocky bebas menyampaikannya dan bahkan justru memberikan pencerahan banyak orang yang selama ini melekatkan keburukan dan sifat negatif pada diksi yang netral itu.

Sebagai pengetahuan pula, kata Hendardi, maka seyogyanya pandangan Rocky cukup dijawab dengan pandangan yang membantahnya bukan dengan pelaporan pidana.

"Apalagi pernyataan itu disampaikan dalam forum diskusi dan tegas sekali tidak ada pretensi dan niat jahat merendahkan agama, kelompok dan lainnya," pungkas dia.

Diketahui, Rocky Gerung turut mendirikan SETARA Institute pada 2007 sebagai sebuah lembaga yang konsen pada isu kesetaraan, HAM dan keberagaman.

Rocky Gerung dilaporkan Abu Janda alias Permadi Arya ke Polda Metro Jaya soal pernyataannya di salah satu acara stasiun TV swasta terkait ucapan 'kitab suci itu fiksi'.

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga