Turki Minta Rusia dan AS Akhiri Perang 'Jalanan' di Suriah

Turki Minta Rusia dan AS Akhiri Perang Jalanan di Suriah Ilustrasi (mirror)

Covesia.com - Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Rabu (11/04) mengatakan kepada Rusia dan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri "pertempuran jalanan" mereka atas Suriah, sambil mengatakan sudah waktunya untuk mengesampingkan persaingan yang berisiko merugikan warga sipil.

"Ini pertempuran jalanan. Mereka seperti bertempur di jalanan. Tapi siapa yang membayar akibatnya warga sipil," kata Yildirim dalam pidato televisi di Istanbul.

"Sekarang bukan waktunya untuk persaingan. Ini adalah waktu untuk menyembuhkan luka di wilayah itu dan bersatu," katanya.

Komentarnya muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Rusia atas dukungannya bagi Presiden Suriah Bashar al Assad, sambil mengatakan bahwa rudal AS "akan datang" sebagai pembalasan atas dugaan serangan senjata kimia.

Yildirim mengatakan bahwa dalam situasi saat ini lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB - termasuk Rusia dan Amerika Serikat - memiliki "tanggung jawab yang jauh lebih besar."

Turki adalah sekutu penting NATO untuk Amerika Serikat, tetapi ketegangan dengan Washington telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, khususnya atas kebijakan Suriah.

Turki dan Rusia telah berada di pihak yang berseberangan dari konflik di Suriah, dengan Moskow adalah sekutu utama Assad sedangkan Ankara mendukung para pemberontak yang berusaha menggulingkannya.

(ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga