Presiden Jokowi Gelar Peringatan Isra Mi'raj di Istanan Bogor

Presiden Jokowi Gelar Peringatan Isra Miraj di Istanan Bogor Presiden Joko Widodo (Foto: Setkab)

Covesia.com - Presiden Joko Widodo bersama para menteri kabinet kerja serta anak yatim menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 Hijriah/2018 M di Istana Bogor, Selasa (10/4/2018) sore.

Dalam peringatan Isra Mi'raj yang digelar ruang Garuda Istana Bogor ini hadir beberapa kepala lembaga negara dan para menteri Kabinet Kerja, diantaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Staf, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin serta beberapa duta besar negara-negara sahabat.

Selain itu beberapa anak yatim piatu yang duduk dideretan kursi depan juga mewarnai peringatan Isra Mi'raj ini selain para undangan lainnya yang memenuhi kursi yang disediakan pihak istana.
Dalam pidatonya, Presiden mengatakan Isra Mi'raj merupakan peristiwa besar bagi umat manusia, khususnya umat Islam yang mengubah perjalanan hidup umat manusia menuju kebaikan yang lebih sempurna.

"Makna dan hikmah Isra Mi'raj harus kita amalkan dalam kehidupan kekinian sebagaimana yang tadi telah diuraikan Isra artinya perjalanan waktu malam hari suasana yang penuh ketenangan yang penuh keikhlasan dan kejernihan hati dan Mikraj artinya naik tangga, yang membawa Rasulullah sampai di sidratul muntaha sampai kepada kebesaran dan kesucian," kata kepala Negara.

Presiden juga mengatakan bahwa dalam peringatan ini untuk selalu memuji kebesaran Allah dan mensyukuri nikmat Allah dan ikhtiar agar memperoleh bimbingan kita akan memperoleh kemudahan untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi.

"Setiap kali kita memperingati Isra Mi'raj kita harus ingat bahwa kita harus naik menjadi lebih baik harus selalu mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik, kualitas hidup masyarakat harus lebih meningkat, harus terus meningkat ekonomi bangsa kita khususnya ekonomi umat," katanya.

Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini terus berupaya keras meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan pemerataan dan meningkatkan kemampuan ekonomi umat.

"Kita membangun infrastruktur di seluruh tanah air, listrik, jalan, jembatan, pelabuhan bandara di seluruh pelosok Indonesia kita, memperbaiki akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan termasuk keterampilan dan permodalan termasuk kredit usaha rakyat dan bank wakaf mikro," katanya.

(ant/utr)

Berita Terkait

Baca Juga