Warga Sipil Jadi Korban Diduga Serangan Kimia, Negara Teluk Kecam Assad

Warga Sipil Jadi Korban Diduga Serangan Kimia Negara Teluk Kecam Assad Jenazah anak-anak Suriah terlihat setelah pasukan rezim Assad diduga melakukan serangan gas beracun ke kota Douma Ghouta Timur di Damaskus, Suriah pada Minggu, 8 April 2018. (Anadolu Agency/ Halil El-Abdullah)

Covesia.com - Arab Saudi, Qatar, Bahrain dan Kuwait mengecam dugaan serangan kimia yang menyebabkan puluhan orang tewas di Kota Douma yang dikuasai pemberontak Suriah, Senin (9/4/2018).

Dalam pernyataan terpisah yang dirilis pada Minggu malam, negara-negara Teluk tidak menuduh dugaan serangan itu, yang disebut oleh Amerika Serikat dan Prancis dilakukan oleh pasukan Presiden Suriah Bashar al Assad.

"Arab Saudi sangat prihatin dan mengecam serangan kimia yang mengerikan," kata Kantor Berita Arab Saudi, mengutip seorang pejabat Kementerian Luar Negeri.

Bahrain mengecam dugaan serangan itu, menyebutnya hal "buruk" dan menekankan "kebutuhan untuk mempercepat upaya melindungi warga sipil di setiap bagian Suriah."

Di Doha, Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan "sangat terkejut dengan kejahatan ini."

"Impunitas penjahat perang di Suriah telah menyebabkan kekejaman lebih lanjut dan merusak upaya untuk mencapai keadilan bagi para korban," tambahnya.

Pada Minggu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan presiden Prancis, Emmanuel Macron menjanjikan "respons bersama yang kuat" terhadap dugaan serangan kimia di Suriah, kata Gedung Putih.

(AFP/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga