Dosen Bercadar IAIN Bukittinggi Adukan Kampus ke Ombudsman Sumbar

Dosen Bercadar IAIN Bukittinggi Adukan Kampus ke Ombudsman Sumbar Berkas laporan yang diterima Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Rabu (14/3/2018) (Foto:Covesia/Primadoni)

Covesia.com - Perwakilan Ombusman RI Provinsi Sumatera Barat menerima laporan terkait adanya sanksi oleh pihak kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi kepada salah seorang dosen di Fakultas Tarbiyah, karena  menggunakan cadar saat proses mengajar berlangsung.

"Kami sudah terima laporan dari suami pelapor, selain itu pelapor juga menyerahkan berkas laporan terkait kronologi laporan dan dokumen terkait lainnya, nanti kita akan lanjutkan apakah syarat materil dan formilnya sudah lengkap atau belum," ujar Asisten Ombusman Perwakilan Wilayah Sumbar, Yunesa Rahman, Rabu (14/3/2018).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dalam laporan tersebut pelapor dikenakan sanksi tidak diberikan jam mengajar karena melanggar kode etik berpakaian di kampus.

"Kita menduga ada maladministrasi yang terjadi di IAIN Bukittinggi, nanti akan dipelajari kembali apakah bentuk maladministrasi yang terjadi, selain itu kami akan melihat sejauh mana kewenangan Ombudsman dalam kasus tersebut, sehingga kedepannya peraturan berpakaian di IAIN lebih mementingkan aspek orang banyak," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari masyarakat terkait adanya pelanggaran pelanggaran yang terjadi di kampus-kampus lain yang ada di Sumbar.

"Nanti persoalan IAIN Bukittinggi akan didiskusikan lebih lanjut, nanti persoalan ini juga akan dilaporkan kepada atasan yang mengeluarkan peraturan tersebut, nanti kita lihat apa langkah selanjutnya, ini baru tahap pelaporan," pungkasnya.

Berita sebelumnya: Larangan Bercadar Rugikan IAIN Bukittinggi dan Institusi Islam

(dil/don)



Berita Terkait

Baca Juga