FPI Ancam Pidanakan IAIN Bukittinggi Terkait Larangan Bercadar

FPI Ancam Pidanakan IAIN Bukittinggi Terkait Larangan Bercadar Foto: Istimewa

Covesia.com - Imam Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Barat Muhammad Busra angkat bicara soal larangan memakai cadar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi.

Akibat larangan tersebut berakibat pada penonaktifkan seorang dosen IAIN Bukittinggi karena memakai bercadar atau berniqab dalam mengajar.

"Saya ingin lebih dalam lagi mempertanyakan, apa salahnya memakai cadar itu? Apakah cadar itu sebuah pelanggaran moral dan kesusilaan? Apakah dapat menyebabkan kerugian ekonomi, politik dan budaya bagi masyarakat? Saya tegaskan, tidak merugikan siapa atau apapun juga,'' tegas Muhammad Busra dalam pers rilis yang diterima covesia.com, Rabu (14/3/2018).

Baca: Tanggapan MUI Soal Larangan Cadar di IAIN Bukittinggi

Menurutnya, dalam Islam sendiri hukum memakai cadar bagi muslimah dewasa terdapat perbedaan pendapat ulama, tapi berputar antara sunnah dan wajib. Artinya, cadar bukan barang haram.

"Jika dianggap memakai cadar mengganggu proses belajar mengajar ini juga tidak bisa diterima oleh akal sehat, karena proses belajar mengajar tanpa melihat wajah mahasiswi atau tanpa melihat wajah dosen tetap bisa," imbuh Busra.

Misanya, ujarn Busra, untuk belajar bahasa Inggris tanpa melihat gerak bibir dengan mendengarkan tape recorder dan bisa dilaksanakan di labor-labor bahasa. Jadi alasan tidak dapat melihat gerak bibir ini sama sekali tidak logis.

Ia mendesak Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Bukittinggi agar tidak memberangus kebebasan individu yang tidak merusak untuk tujuan-tujuan yang tidak dapat dipahami masyarakat. 

"Kami mendesak agar larangan bercadar di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Bukittinggi segera dicabut. Sekiranya desakan ini tidak diindahkan maka kami sebagai representasi umat Islam akan membawa masalah ini ke jalur hukum karena telah melakukan perbuatan yang menimbulkan keresahan dan perpecahan," ujarnya.

Baca Juga": IAIN Bukittinggi Bungkam Soal Larangan Cadar

Sementara pihak IAIN Bukittinggi masih enggan memberikan penjelasan terkait alasan dinonaktifkannya salah seorang dosen bercadar di perguruan tinggi tersebut.

Saat dikonfirmasi Covesia.com, Selasa (13/3/2018), pihak terkait belum bersedia memberi penjelasan dengan alasan permasalahan tersebut akan dirapatkan terlebih dahulu.

Menurut Humas IAIN Bukittinggi saat dijumpai mengatakan, bahwa pihak pimpinan akan melakukan rapat terlebih dahulu untuk membahas permasalahan itu.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga