Erdogan Kecam Keras NATO Terkait Serangan di Suriah

Erdogan Kecam Keras NATO Terkait Serangan di Suriah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (mirror)

Covesia.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam NATO, menuduh aliansi militer negara barat itu tidak mendukung operasi Turki yang menargetkan milisi Kurdi di Suriah, Minggu (11/03).

Pernyataan terbaru Erdogan tersebut adalah salah satu kecaman paling keras yang belakangan ini ditujukan terhadap NATO, yang diikuti Turki pada 1952 saat Amerika Serikat berusaha memastikan Turki tidak berada dalam pengaruh Soviet usai Perang Dunia II.

Turki memulai operasi untuk menumpas Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dari wilayah Afrin di Suriah utara pada 20 Januari, dengan pasukannya kini hanya berjarak beberapa kilometer dari Kota Afrin.

Namun, YPG menjadi sekutu penting Amerika dalam perang melawan ekstremis di Suriah dan operasi tersebut meningkatkan ketegangan dengan Washington dan anggota NATO di Eropa, terutama Prancis.

“Hei NATO! Dengan apa yang terjadi di Suriah, kapan Anda akan datang dan mendukung kami ” kata Erdogan dalam pernyataan kepada pendukung di Bolu, kota di sebelah timur Istanbul.

“Kami terus-menerus diserang kelompok teror di perbatasan kami,” imbuhnya. “Sayangnya, sampai sekarang, tidak ada ucapan atau suara positif.”

Setelah operasi dimulai, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan Turki memiliki hak untuk mempertahankan diri, namun menekankan itu harus dilakukan “secara proporsional dan hati-hati.”

Erdogan mengecam Washington karena mempersenjatai YPG, mengatakan kelompok tersebut menerima 5.000 truk dan 2.000 pesawat kargo.

“Apa ini yang namanya persahabatan Apa ini kesatuan NATO ungkapnya dalam pidato itu, menegaskan bagaimana Turki mendukung aliansi tersebut dengan berpartisipasi dalam operasinya di Afghanistan dan berbagai tempat lain. “Bukankah kami anggota NATO ”

Turki menganggap YPG sebagai kelompok teror sekaligus cabang militan di Turki yang telah melancarkan pemberontakan selama beberapa dekade.

(ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga